Malang Raya
Pesan Ketua PP Muhammadiyah : Muktamar IMM Jadi Tempat Pembelajaran Organisasi
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan kegiatan muktamar bisa jadi tempat pembelajaran beroganisasi.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke XVIII dibuka, di aula Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (1/8/2018). Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan kegiatan muktamar bisa jadi tempat pembelajaran beroganisasi.
"Meski jadi tempat pembelajaran, muktamar jangan minta dilamakan waktunya. Ini jadwalnya empat hari. Kalau bisa dua hari, maka dua hari bisa buat jalan-jalan," ujar Haedar. Muhammadiyah dikenal sebagai orgasanisasi Islam modern. Ini bisa dicontoh IMM.
Ciri organisasi modern adalah sederhana/simple. Kalau tradisional, masalah sederhana jadi rumit. Kalau di IMM hal kecil jadi besar atau jadi rumit, maka perlu belajar lagi organisasi. Karena itu, muktamar sarana belajarnya.
Dikatakan Haedar, makna muktamar adalah mengambil madu dari sarang lebah. Sehingga butuh kecerdasan, kecermatan dan keseksamaan.
Jika dilakukan dengan musyawarah, insyaallah, lanjutnya, tidak akan ada deadlock, bubar atau kepemimpinan tandingan seperti di tempat lain.
Ini yang ditradisikan organisasi Muhammadiyah, Aisyah sehingga saat muktamar lancar karena memakai prinsip mengambil madu tadi.
Ia berharap, mukmatar IMM bisa mengambil spirit kelahiran IMM pada 1964 yang lahir dari suasana dinamika perjuangan yang sangat keras.
Tujuan kelahirkan IMM adalah melahirkan akademisi muslim dan berahklah mulia. Diksi itu harus jadi karakter mahasiswa IMM.
Tak hanya jadi karakter organisasi tapi juga personal. Kegiatan muktamar akan berlangsung sampai 4 Agustus 2018. Sejumlah agenda sudah dirancang.
Sedanh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Ali Muthohirin memaparkan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh kaum muda dalam menumbuhkan benih-benih karakter dan spirit kepemimpinan.
“Walaupun kita adalah pijar matahari muda, tapi dari sini kita bisa menjadi penerang untuk masa depan bangsa. Namun, menjadikan pijar kita kaum muda semakin terang bukan tanpa tantangan," katanya.
Banyak hal, lanjutnya, yang harus kita persiapkan untuk menumbuhkan benih kepemimpinan dari dalam diri kita, ujar alumni Program Studi Syariah Fakultas Ilmu Agama Islam (FAI) UMM ini.
Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur Abdul Musawir Yahya mengharapkan di mukmatar ini lahir ide cemerlang atas persoalan bangsa baik.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang mewakili Presiden Jokowi di acara itu mengharapkab IMM yang terus konsisten dalam menegakkan Darul ahdi wa syahada, yang berarti kader IMM harus memiliki pandangan khas gerakan Islam modernis reformis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/suasana-pembukaan-muktamar-ikatan-mahasiswa-muhammadiyah-imm-ke-xviii-di-umm_20180801_181447.jpg)