Nasional

116 Calon Haji Indonesia Terjaring Razia Keamanan Saudi, Akan Dideportasi Bertahap Mulai Besok

116 orang calon haji Indonesia yang terjaring razia Keamanan Saudi di Mekkah akan dipulangkan Kementrian Luar Negeri di Indonesia.

KJRI Jeddah
Sebagian WNI yang terjaring ditahan oleh pihak imigrasi di dalam sel tahanan usai razia. 

SURYAMALANG.com, Jakarta - 116 orang calon haji Indonesia yang terjaring razia Keamanan Saudi di Mekkah akan dipulangkan Kementrian Luar Negeri di Indonesia.

Dilansir Surya Malang dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul '116 WNI Terjaring Razia Pihak Keamanan Saudi di Mekkah, ini Alasannya', peserta Haji ini terjaring razia petugas keamanan Arab Saudi pada Juli (27/7/2018) tengah malam.

Dari hasil pemeriksaan berita acara (BAP) oleh Tim Petugas dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah di Tarhil (Pusat Detensi Imigrasi), 116 orang WNI yang terjaring, merupakan pemegang visa kerja dan sisanya masuk ke Arab Saudi dengan umrah dan visa ziarah.

Sebagian besar para WNI yang terjaring berdomisili di Mekkah, sebagian lagi berasal dari luar Mekkah. Mereka menyeberang melalui perbatasan masuk ke Kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga (KPW), Safaat Ghofur mengatakan, WNI yang digerebek di sebagian besar berasal dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat dilakukan BAP, mereka mengaku berniat ingin melaksanakan ibadah haji.

Safaat menjelaskan kepada pihak menampung, para WNI membayar sewa kamar dengan biaya bervariasi, dari 150 hingga 400 riyal per kepala.

"Mereka menyewa beberapa syuggah (rumah) dalam satu imarah (gedung) melalui orang calo."

"Rumah-rumah tersebut dihuni 10 sampai 23 tiga orang, campur laki-laki dan perempuan," ujar Syafaat.

Dikutip dari artikel di kompas.com tanggal 03/08/2018 berjudul “Mencoba Berhaji Lewat Jalur Ilegal, 116 WNI dipulangkan ke Tanah Air”, Muhamad Hery Saripudin Konsul Jendral RI di Arab Saudi mengatakan para WNI akan dipulangkan bertahap.

"Beberapa sedang menunggu penerbangan, 32 sudah dideportasi dan 72 akan dipulangkan besok."

"Lainnya berangsur hingga Sabtu besok supaya sudah selesai semua," kata Hery di ruang Media Center Haji di Mekkah, Kamis (2/8/2018) dikutip dari artikel yang sama.

Hery berkata bahwa peserta Haji dari Indonesia ini dipulangkan karena pemalsuan dokumen. Mereka diketahui tidak menggunakan visa Haji untuk berangkat ke Tanah Suci.

Visa yang digunakan oleh peserta Haji ilegal ini adalah Visa umroh, Visa kerja, Visa ziarah, dan Visa kunjungan keluarga.

Hal ini tentunya tidak sesuai dengan peraturan Arab Saudi yang menyangkut tentang peraturan Haji.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved