Rabu, 22 April 2026

Kota Batu

VIDEO - Husni Berjualan Kopi Lagi Setelah Kapok Main Judi Poker Online

Hingga pada akhirnya, ia memilih kembali berjualan kopi keliling. Tahun ini ia sudah berjalan satu mingguan dengan gerobaknya.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: yuli

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Wajah Husni Thamrin (50) terlihat bercahaya karena terkena sinar matahari.

Ia duduk ditangga Masjid Brigjen Soegiono, Balai Among Tani, Kota Batu, Jumat (3/8/2018).  Saat itu ia memakai blankon dan surjan warna hitam plus celana hitam.

Satu, dua, tiga orang tampak menghampirinya untuk membeli kopi. Ia pun melayani pembeli itu.

Husni adalah penjual kopi keliling menggunakan tong yang dimodifikasi mirip  cangkir gelas. Di tong itu, sudah lengkap mulai dari bahan-bahan minuman, ceret untuk air panas, dan satu gas untuk memasak.

Laki-laki alumnus SMAN 3 Kota Malang itu asli warga Kelurahan Ngaglik, Kota Batu.

Ia bercerita, awalnya berjualan sekitar tahun 2014. Setahun ia berjualan, penghasilannya sungguh di luar dugaannya.

Dalam sehari ia bisa menghasilkan Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Karena penghasilan itu dirasa sangat banyak untuknya, ia pun terpengaruh kawan-kawannya yang mengajaknya bermain poker.

Sejak saat itu, ia pun kalap karena terlalu sering berjudi. "Akhirnya saya berhenti berjualan dan bermain permainan online itu. Nah dari 2014 sampai 2018 awal saya mencari pekerjaan lainnya," kata Husni.

Husni pun merasakan jatuh bangun dari kehidupannya. Sejak berhenti berjualan kopi keliling, dan kalah bermain permainan online, ia sempat diuji kesulitan saat mencari pekerjaan.

Hingga pada akhirnya, ia memilih kembali berjualan kopi keliling. Tahun ini ia sudah berjalan satu mingguan dengan gerobaknya.

"Ya mulai lagi jualan ini. Karena banyak teman yang meminta saya buat berjualan ini lagi. Akhirnya saya bangkit dan bersemangat lagi," ungkapnya yang pernah bekerja membuat kapal pesiar ini.

Ia mulai berjualan dari siang hari sampai malam. Satu cangkir gelas plastik minuman ia jual harga Rp 5000. Tidak hanya kopi, ada wedang jahe, kopi susu, susu panas, wedang pokak, dan lainnya. Dan minumannya ia bikin dengan cara tradisional.

Di gerobak tongnya itu, ada alat penggiling kopi (grinder).

Ia ingin memberikan edukasi kepada pembeli tentang membuat kopi. Untuk menarik perhatian, dia juga membawa lonceng.

Ia biasanya keliling sekitar Alun-alun Batu hingga Balai Among Tani. Di gerobak Husni ada tulisan Kopi Racik Gardu Wong Mbatu.

Ia mengarang kepanjangannya: Kopi (Ketika Otak Perlu Inspirasi), Racik (Rasakan Adanya Cakrawala Imajinasi Ke depan), Wong Mbatu (Waktu Orang Anggap Gila Membuat Batin Anda Timbul Upaya), dan Gardu (Gagasan Riil Dunia Usaha).

"Lonceng ini agar timbul harmonisasi irama saja. Tidak sesering mungkin saya pakai, karena takut membuat orang terganggu karena terlalu ramai," ungkapnya. 

Tags
Kota Batu
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved