Breaking News:

Malang Raya

Terapkan Teknik Menanam dari Jepang, Wanita Asal Kota Batu Ini Raup Omzet Rp 20 Juta/Bulan

Dwi Lily Indayani bisa menanam menggunakan Kokedama. Berkat usaha ini, Dwi bisa meraih omzet sampai Rp 20 juta per bulan.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Tanaman dengan teknik dari Jepang, Kokedama yang dikembangkan Dwi Lily Indayani di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Dwi Lily Indayani (32) bisa menanam menggunakan teknik dari Jepang, Kokedama.

Koke berarti lumut atau moss. Sedangkan dama berarti bola.

Jadi Kokedama adalah media tanam bunga dari lumut berbentuk bola atau bola lumut Jepang.

( Baca juga : Arema FC Sudah Punya Pengganti Jaycee John, Bisa Turun di Laga Kontra Persija Nanti? )

Wanita asal Kota Batu ini mengembangkan teknik itu sejak 2017 silam.

Dwi membuat rumah produksi Creative Kokedama.

Dia mengembangkan inovasi pertanian dengan teknik Kokedama itu karena tanaman hias sedang menjadi buruan, terutama untuk tambahan interior rumah.

( Baca juga : Perampok Banyuwangi Ini Ngaku Uang Rampokan Rp 60 Juta untuk Promosi Jabatan Bu Lurah )

Teknik ini membuat tanaman hias terlihat lebih indah dan menambah nilai jual.

“Bahanmua mudah didapat, dan jarang yang mengembangkan teknik ini,” ungkap Dwi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (5/8/2018).

Awalnya dia sempat ragu, karena takut tidak bisa tumbuh dan tidak cocol dengan tanamannya.

( Baca juga : Termasuk Arema FC, Ini Daftar Klub yang Rombak Komposisi Pemain Asingnya )

Ternyata banyak tanaman tropis yang cocok ditanam menggunakan lumut.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved