Rabu, 6 Mei 2026

Malang Raya

BPBD Kabupaten Malang : Belum Ada Laporan Dampak dari Gempa Bumi 5,2 SR

Hasil analisis BMKG menunjukkan awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,1.

Tayang:
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
twitter @infoBMKG
Gempa di Malang 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Hingga pukul 15.15 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang belum menerima laporan adanya dampak Gempa Bumi 5,2 SR yang terjadi pukul 13.09 WIB.

Bahkan, sampai pada terjadinya gempa susulan yang kembali terjadi sekitar pukul 14.06 WIB Lokasi 8.73 LS, 112.58 BT (67 KM Selatan Malang-Jatim) kedalaman 10 KM juga belum ada laporan dampak yang ditimbulkan.

"Untuk sementara kondisi wilayah Kabupaten Malang aman setelah terjadinya Gempa Bumi hari ini," kata Bambang Istiawan, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Rabu (8/8/2018).

Baca: Gempa di Malang Berkekuatan 5,2 Skala Richter Tidak Berpotensi Tsunami

Baca: Terjadi Gempa Bumi di Malang 5.2 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

Baca: Malang Dilanda Gempa 5,2 SR 8 Agustus 2018 & Tidak Berpotensi Tsunami, Berikut Cuitan Netter

Sementara dalam rilisnya, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, gempa yang terjadi pukul 13.09.25 WIB, Rabu (8/8/2018) berada di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur merupakan gempa bumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,1.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,92 LS dan 112,41 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 42 km," kata Rahmat Triyono.

Baca: BREAKING NEWS - Kepanjen Kabupaten Malang Diguncang Gempa Bumi 5,2 Skala Richter

Baca: Gempa Bumi di Malang Juga Terasa di Blitar, Motor Bergoyang dan Kaca Swalayan Bergetar

Baca: Suasana di Gedung DPRD Kota Malang Saat Gempa Guncang Malang Raya dan Sekitarnya

Gempa bumi Selatan Jawa Timur tersebut, dikatakan Rahmat Triyono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter tampak gempabumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi tersebut dilaporkan telah dirasakan oleh masyarakat di daerah Malang, Karangkates dan Blitar pada skala II SIG-BMKG (III MMI), Tretes, Tulungagung, Lumajang, Yogyakarta, Kuta pada skala I SIG-BMKG (II MMI). Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

"Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutur Rahmat Triyono mengakhiri rilis BMKG Jakarta.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved