Blitar
Berangkat Angkut Sayur, 2 Pria Asal Malang Ini Malah Pulang Bawa Barang Curian
Kompak memang boleh. Tapi kalau kompak untuk berbuat jahat, tentu saja gak boleh. Aksi duo warga asal Malang ini jangan ditiru.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Gangsar Ikhsan (49), dan Nurid (48) kompak mencuri dua gulung talang seng di toko bangunan milik Saiful Mujab (47) di Desa Kemloko, Nglegok, Kabupaten Blitar.
Akibatnya, dua warga Kabupaten Malang ini dijebloskan ke sel tahanan Polres Blitar Kota.
“Kami tangkap mereka kemarin. Kami menyita mobil pikap dan gulungan talang seng hasil curian,” kata Kompol Widarmanto, Wakapolres Blitar Kota kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (10/8/2018).
( Baca juga : El Rumi Anak Maia Estianty Unggah Foto Masa Kecil Bareng Al & Dul, Tulis 10 Kata di Akhiri Kwek-kwek )
Aksi pencurian ini terjadi pada pekan lalu.
Saat itu Gangsar dan Nurid baru pulang dari mengirim sayur di Tulungagung.
Setiap harinya, Gangsar dan Nurid membeli sayur di Malang untuk dijual kembali di Tulungagung.
( Baca juga : Jawab Rumor Akan Jadi Pelatih Persebaya, Milo Sebut Nama Arema dan Persib )
Mereka mengangkut sayur dari Malang ke Tulungagung menggunakan mobil pikap sewaan.
Saat kembali ke Malang, mobil pikap dalam kondisi kosong tanpa muatan.
Lalu muncul ide untuk mengisi mobil pikap dengan muatan barang curian.
( Baca juga : Aurel Hermansyah Menangis Gara-gara Lihat Film Si Doel di Bioskop, Padahal Ngaku Gak Tahu Filmnya )
“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah empat kali mencuri di Blitar.”
“Sasarannya adalah toko bangunan yang berada di lokasi berbeda.”
“Tapi, modusnya sama, yaitu mencari toko bangunan setelah pulang dari mengirim sayur di Tulungagung,” ujar Kompol Widarmanto.
( Baca juga : Intip Tingkah Lucu Bilqis Saat Belajar Menari Balet, Bikin Gemas! )
Kompol Widarmanto menjelaskan penangkapan pelaku berdasar rekaman kamera CCTV di toko bangunan.
Aksi pencurian pelaku terekam kamera CCTV di toko bangunan itu.
Dari rekaman CCTV, polisi mengenali ciri-ciri pelaku, dan nomor pelat mobil pikap yang dikendarai pelaku.
( Baca juga : Anak-anak Sule Sudah Ikhlas Kedua Orang Tuanya Bercerai, Sang Pengacara Beberkan Alasannya )
“Setelah dilacak, kami tahu keberadaan pelaku. Ternyata mereka adalah warga Kabupaten Malang,” katanya.
Sementara itu, Nurid mengaku beraksi pada siang hari.
Saat mereka beraksi, toko bangunan dalam kondisi buka.
( Baca juga : Nama Pemain Persib dan Eks Arema Ini Masuk dalam Skuat Pemain Terbaik Asia Bersama Xavi Hernandez )
Tetapi, penunggu toko berada di belakang toko.
Dia mengambil gulungan talang seng yang ditaruh di teras toko.
“Saya memang mencari toko bangunan yang sepi.”
( Baca juga : Baru Selesai Ijab Kabul, Pemuda Mojokerto Ini Harus Berpisah dengan Istrinya )
“Saya yang mengangkat talang seng. Sedangkan teman saya yang menunggu di mobil.”
“Teman saya itu yang mengemudikan mobil,” kata Nurid.
Nurid mengaku sudah empat kali mencuri di toko bangunan di Blitar.
( Baca juga : Wali Kota Malang Nonaktif, M Anton Menangis Saat Divonis 2 Tahun Penjara )
Semua aksinya dilakukan bersama Gangsar.
Sebab, dia dan Gangsar mengirim sayur dari Malang ke Tulungagung setiap hari.
“Uangnya untuk tambahan bayar sewa mobil. Sewa mobilnya Rp 160.000 per hari,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rekaman-cctv-aksi-pencurian-di-toko-bangunan-di-desa-kemloko-nglegok-blitar_20180810_135420.jpg)