Malang Raya

Belasan Hewan Kurban di Kota Batu Mengalami Mabuk Darat

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Batu Lestari Aji mengatakan kambing yang mengalami gejala sakit ini cukup diberi vitamin.

SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Tim bidang peternakan dan dokter hewan memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu stan penjual hewan kurban di Kota Batu, Selasa (14/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Belasan hewan kurban yang dijual di Kota Batu mengalami mabuk darat. Akibatnya beberapa hewan kurban khususnya kambing mengalami gejala sakit seperti sakit mata, flu, dan kembung.

Gejala itu dikarenakan hewan kurban ini kelelahan saat dibawa ke Kota Batu dari luar daerah. Karena rata-rata hewan kurban ini berasal dari Probolinggo, Madura, Lumajang.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Batu Lestari Aji mengatakan kambing yang mengalami gejala sakit ini cukup diberi vitamin.

Karena gejala sakit ini akan sembuh dalam jangka waktu selama dua sampai tiga hari saja.

"Hewan kurban seperti kambing ini hanya kelelahan saja, karena terkena paparan udara saat perjalanan ke sini. Hampir sama seperti manusia, lelah saat perjalanan," ungkap dia saat memeriksa hewan kurban yang dijual di beberapa titik di Kota Batu, Selasa (14/8/2018).

Totalnya ada sekitar belasan kambing yang alami mabuk kendaraan dan mengalami gejala sakit ringan. Semua hewan kurban ini diperiksa satu per satu mulai dari mata, gigi, kesehatan alat kelamin, dan kondisi suhu tubuh.

"Rata-rata hewan kurban ini mudah sekali terkena stres. Makanya kami anjurkan untuk sesering mungkin diberi vitamin. Karena jika ada hewan kurban yang sakit maka tingkah lakunya sudah beda, gampang lemas, dan tidak aktif," imbuhnya.

Terkait antrax tidak ditemukan di Kota Batu dan sekitarnya. Oleh karena itu pemeriksaan hewan ini kami lakukan seminggu sebelum hari Raya, dan satu hari sebelum hari Raya. Untuk mencegah tertularnya penyakit serius dari daerah lain.

Tetapi, tim dokter hewan menemukan satu kambing yang harus diamankan karena terjangkit penyakit diare.

Dokter hewan Puskeswan Kota Batu, Drh Utami Kurniawati menambahkan kalau satu kambing yang diamankan ini agar tidak menulari hewan lainnya.

"Karena penyakit diare mudah sekali menular. Apalagi hewan kurban ini mudah stres, sehingga jika dalam kondisi tidak fit, akan mudah tertular," kata Utami.

Kambing yang diamankan ini akan diobati sampai sembuh. Paling tidak membutuhkan waktu sekitar 4 hari.

Ia menjelaskan penyakit diare ini kemungkinan dikarenakan kondisi kesehatan kambing tidak fit, dan tidak cocok dengan suhu udara maupun makanan yang diberikan.

"Kambing yang sudah kami periksa kami beri kalung sehat. Kami anjurkan agar hewan yang sakit tidak dijual, sampai benar-benar sehat," imbuhnya.

Hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari gerak tubuh, seperti aktif, tidak pemalas, tidak keluar cairan dari mata, alat kelamin, hidung, telinga. Dari kuku dan bulu juga tidak terlihat pucat.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved