Surabaya

Oplosan Vodka dan Cukrik Bikin Tiga Warga Gresik Tewas, Inilah Identitas Para Korban

Tiga pemuda warga Menganti Kabupaten Gresik menjadi korban Minuman Keras (Miras) Oplosan jenis cukrik dan Vodka.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Romadoni
Polisi mendatangi TKP pesta miras yang menyebabkan tiga warga Gresik tewas. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tiga pemuda warga Menganti Kabupaten Gresik menjadi korban Minuman Keras (Miras) Oplosan jenis cukrik dan Vodka.

Adapun tiga korban bernama Riko Yakub (23), Andik kristanto dan M Fendi Pradana (19) ketiganya merupakan warga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti Gresik.

Informasinya, korban Fendi merupakan orang yang meracik Miras oplosan itu.

Korban sempat mendapat perawatan di rumah sakit lantaran mengeluh sakit perut, mual dan muntah serta pengelihatan kabur.

Baca: Tiga Warga Gresik Tewas Akibat Pesta Miras Oplosan, Puluhan Warga Lainnya Bergelimpangan

Baca: Tiga Warga Gresik Tewas Akibat Pesta Miras Oplosan, Ini Komentar RSUD dr Soetomo Surabaya

Namun karena semakin parah korban dirujuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya, Minggu dini hari (19/8/2018). Korban akhirnya meninggal setelah mendapat perawat medis di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan para pemuda ini mengelar pesta miras usai melihat pertandingan sepak bola di lapangan Desa Hulaan yang tadinya ditulis Desa Bulakan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Saat itu, lebih dari 23 orang yang ikut pesta miras.

Mereka pesta Miras oplosan bersama temannya pada Kamis (16/8/2018) kemarin.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang menjual, karena yang mempersiapkan Miras Oplosan ini adalah korban Fendi telah meninggal," ujarnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Minggu (19/8/2018).

Barung mengatakan ketiga korban meninggal diduga kuat karena keracunan Miras Oplosan.

Diketahui, satu korban meninggal di RSUD dr Soetomo Surabaya dan dua korban meninggal di rumah sakit Gresik rumah sakit Surya Medika dan Rumah Sakit Islam Benowo.

Penyelidikan kasus ini sempat terkendala lantaran pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jezanah para korban.

"Untuk sementara korban masih dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan korban diduga keracunan miras oplosan kini di rawat di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Pihaknya telah menidaklanjuti adanya kasus miras oplosan yang telah merenggut korban jiwa ini

"Kita akan jadikan rujukan samplenya dari muntahan maupun sisa makanan. Terpenting mereka (korban) sehat dulu," kata Barung.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved