Bangkalan

Ada Hewan Kurban Sakit Mata dan Gangguan Kulit di Bangkalan

#BANGKALAN - Sebanyak 14 ekor hewan kurban berupa sapi dan kambing yang menderita gangguan kesehatan.

ahmad faisol
Tim Dinas Peternakan Bangkalan memeriksa hewan kurban di lapak penjual hewan kurban, Senin (20/8/2018) 

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Hasil kegiatan pemeriksaan antemortem terhadap sejumlah hewan kurban oleh Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Madura, menemukan beberapa sapi dan kambing menderita sakit mata, Senin (20/8/2018).

Data yang dihimpun Tim Dinas Peternakan Bangkalan sejak enam hari terakhir, tercatat sebanyak 14 ekor hewan kurban berupa sapi dan kambing yang menderita gangguan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Drh Siti Sumirah mengungkapkan, temuan gangguan kesehatan itu terdiri dari sembilan ekor menderita gangguan kulit dan lima ekor sakit mata.

"Namun semua hewan kurban itu masih layak disembelih karena tidak menular," ungkapnya.

Kendati demikian, Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan mengimbau kepada para pedagan untuk sementara tidak menjual hewan kurban sakit tersebut.

"Kami meminta agar dipisah untuk segera diobati agar tidak menular ke hewan lainnya," jelasnya.

Keterlambatan penanganan, lanjutnya, akan menimbulkan resiko kebutaan bagi hewan kurban yang menderita sakit mata.

"Hewan kurban dengan kondisi cacat fisik, tidak boleh disembelih. Kalau hanya sakit mata boleh disembelih atau membuang kulit untuk hewan kurban yang menderita gangguan kulit," tegasnya.

Di hari keenam pemeriksaan antemortem, tim menyisir delapan lapak penjual hewan kurban yang ada di wilayah Kota Bangkalan. Seperti di kawasan Senenan, Alun-alun, dan Kelurahan Kemayoran.

Drh Siti Sumirah menjelaskan, kegiatan pemeriksaan akan terus berlanjut hingga hewan kurban selesai disembelih.

"Ada pemeriksaan postmortem untuk mengecek kondisi daging kurban sebelum didistribusikan ke warga," jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan gangguan zoonosis yang menular ke manusia.

"Aman dari antraks ataupun brucellosis. Semua layak disembelih," pungkasnya. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved