Arema Malang

Legenda Arema Bicara Tentang Pasang Surut Prestasi Timnas Indonesia

Salah satunya datang dari legenda Arema, Singgih Pitono. Pria asal Tulungagung itu mengaku cukup prihatin dengan prestasi Timnas Indonesia

Legenda Arema Bicara Tentang Pasang Surut Prestasi Timnas Indonesia
superball
Logo Garuda di Jersey Timnas Indonesia. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Timnas Indonesia terus mengalami pasang surut prestasi dalam dua dekade terakhir.

Tercatat, Timnas Indonesia terakhir kali meraih gelar adalah saat Piala Kemerdekaan tahun 2008.

Setelah itu, tak ada lagi gelar bergengsi yang bisa dibanggakan Indonesia.

Bahkan dalam ajang Piala AFF terakhir tahun 2016 lalu, tim Garuda hanya mampu menjadi runner up.

Indonesia berpeluang memperbaiki catatan prestasi di ajang Asian Games.

Pasang surut prestasi ini banyak mengundang keprihatinan bagi masyarakat Indonesia tak terkecuali juga para legenda sepak bola tanah air.

Singgih Pitono
Singgih Pitono 

Salah satunya datang dari legenda Arema, Singgih Pitono. Pria asal Tulungagung itu mengaku cukup prihatin dengan prestasi Timnas Indonesia.

Sebab, Indonesia dinilai banyak memiliki talenta berbakat. Namun, tak jarang talenta tersebut seperti hilang ketika memasuki masa emas.

"Di era saya dulu juga permasalahan yang sama sudah terjadi. Saya rasa sampai saat ini permasalahan tersebut masih menjadi tanda tanya besar," ujar top skor Arema era Galatama itu, Rabu (22/8/2018).

Lebih lanjut, pria 51 tahun itu mengakui bahwa saat ini dirinya belum tahu apa penyebab permasalahan tersebut.

Namun, menurutnya setidaknya ada dua faktor yang membuat pemain Indonesia kesulitan berprestasi ketika sudah memasuki level senior.

"Mungkin bisa saja dari faktor pembinaannya yang kurang maksimal. Atau juga dari sisi sumber daya manusia yang mungkin kurang bagus," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved