Terpopuler
4 Terpopuler Kemarin: Paspamres Cantik Sidoarjo sampai Foto Jan Ethes Diedit Kaesang
4 Terpopuler Kemarin: Paspamres Cantik Sidoarjo sampai Foto Jan Ethes Diedit Kaesang
Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Libur telah usai dan hari ini, Kamis 23 Agustus 2013 kembali ke rutinitas semula.
Bila sehari kemarin disibukkan dengan berbagai kegiatan mulai dari penyembelihan hewan kurban, hingga berkumpul bersama keluarga, sampai-sampai tertinggal berita apa yang populer, SuryaMalang.com merangkumkan untuk kamu.
Di bawah ini berita yang paling banyak dibaca sehari kemarin:
1. Paspamres Cantik dari Sidoarjo, Jawa Timur Curi Perhatian

Keberadaan sosok anggota pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) perempuan yang cantik, menarik perhatian ketika turut mengawal Presiden RI Joko Widodo, Rabu (22/8/2018).
Paspampres cantik itu tampak membantu pengawalan dan membagi cindera mata saat presiden Jokowi menunaikan ibadah shalat Idul Adha 1439 Hijriah, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/8/2018).
Paspampres yang diketahui identitasnya adalah Sersan Dua TNI Ambar Dwi Klaudiyah itu ternyata baru saja mendapat kepercayaan mengemban tugas sebagai anggota Paspampres.
Dikutip dari Intisari, Ambar mengaku belum lama bertugas sebagai Paspampres.
Sebelumnya gadis yang masih lajang ini bertugas di bidang kesehatan di TNI Angkatan Laut tepatnya di Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL R.E Martadinata.
Baru bulan April di tahun ini dia ditugaskan sebagai Paspampres.
Setelah menjalani pembekalan/standarisasi Paspamres selama 1,5 bulan, Ambar ternyata dinyatakan lulus menjadi Paspampres grup A yang bertugas mengawal presiden.
Pengamanan Pribadi Presiden Serda TNI Ambar Dwi Klaudiyah (paling kiri foto) saat sedang bertugas, Rabu (22/8/2018).
Ambar si Paspampres cantik memiliki kisah latar belakang yang menarik dalam perjalanan karirnya sampai dipercaya menjaga orang nomor satu di negara ini.
Ambar ternyata adalah anggota TNI AL yang berasal dari Sidoarjo Jawa Timur.
Dia tercatat lahir di Sidoarjo, 29 Oktober 1996.
Sejak kecil Ambar memiliki cita-cita ingin menjadi seorang polwan.
Sayangnya setelah lulus SMA, Ambar gagal dalam seleksi polwan di tahun 2014.
Ambar kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah, Sidoarjo jurusan Akuntansi selama satu tahun.
Dia lalu mencoba kembali mengikuti seleksi penerimaan Angkatan Laut di tahun 2015 dan berhasil diterima.
Ambar menjalani pendidikan AL selama 1 tahun.
Saat ditanya tentang orang tuanya, Ambar juga dengan bersemangat menjelaskan pekerjaan keduanya.
"Bapak saya pengepul barang bekas, jadi dari pemulung dikumpulkan ke bapak, nanti bapak jual lagi. Kalau ibu saya jual sayur keliling kampung," kata Ambar.
Saat sedang cuti dan pulang kampung, Ambar sering membantu ibunya belanja ke pasar setiap pukul 1 pagi lalu ikut berjualan di depan rumah hinggga keliling kampung.
"Nanti kalau sayurnya masih, baru ibu keliling naik motor. Sampai sekarang juga masih jualan sayur," lanjutnya.
Menurut Ambar, bekerja sebagai Paspampres jauh lebih berat dibandingkan saat masih di bagian kesehatan TNI AL dulu.
Ambar harus mempelajari banyak ilmu bela diri dan latihan fisik yang cukup berat.
"Tantangannya banyak, tapi saya bersyukur nasib membawa saya ke sini," katanya lagi.
Bagi Ambar, bekerja sebagai Paspampres juga memberinya banyak pengalaman baru.
Ambar senang bisa bertemu dengan warga meskipun takut dan grogi karena baru saja bergabung.
Di usianya yang masih muda ini, Ambar berharap bisa menjadi anggota tentara yang mampu melaksanakan semua tugas yang diberikan kepadanya.
2. Potret Jadul Ivan Gunawan Bikin Heran saat Tampil Bersama Wanita
Foto lawas Ivan Gunawan menampakkan bentuk tubuhnya yang ramping.
Hal tersebut diketahui melaui unggahan di akun instagramnya @ivan_gunawan Selasa, 21 Agustus 2018.
Dalam foto unggahannya itu, Ivan sedang foto bersama seorang perempuan yang memakai busana serba putih.
Ivan dan perempuan tersebut berdiri saling berdekatan dan tersenyum lebar menghadap kamera.
Berikut potret Ivan Gunawan di masa lalu:

"Wadaww jaman kapan nie (emoji)," tulis Ivan dalam unggahan tersebut.
Warganet berbondong-bondong memuji ketampanan sang desainer kelas atas ini dalam foto tersebut.
Pemilik akun @rizkiajalah misalnya, "Kak igun cakep klo badanya kya gni kaya atelit."
"ayo dong kak ivan kurusin lg badanny biar sgtu lg," ujar akun @ameerasheikhamajeedah.
"Wowww ganteng bangetss," ungkap akun @nana.mu.zalee.
Meski beberapa berkata begitu, ada sebagian pengguna akun instagram yang mengatakan sekarang ini Ivan justru terlihat semakin tampan.
3. Curahan Hati Ibu Anak TK yang Dipukuli Gurunya
Beberapa waktu lalu, warganet sempat dihebohkan dengan sebuah video berisi tindak kekerasan pada murid.
Pasalnya, pelaku tindak kekerasan pada murid TK ini tidak lain adalah kedua guru mereka sendiri.
Tragedi di Taman Kanak-Kanak Tasik Utama, Ayer, Keroh, Malaka, Malaysia pada 30 Juni 2018 ini sempat terekam CCTV.
Dalam video CCTV tersebut terlihat oknum guru tampak memukuli seorang murid yang sedang berbaris.
Lalu dia mengangkat murid lainnya dan menjatuhkan murid tersebut ke atas murid yang lain.
Dalam video lain tertangkap kamera oknum guru dengan seragam yang serupa memukul seorang murid hingga jatuh terjengkang dari kursi tempatnya duduk.
Melalui barang bukti tersebut, dua oknum guru yang berusia 21 tahun dan 40 tahun ditangkap oleh kepolisian Malaysia.
Izin mengajar kedua oknum guru tersebut juga turut dicabut.
Melansir dari Grid.id dalam artikel yang diunggah 22 Agustus 2018, ibu dari seorang korban pemukulan tersebut mengutarakan perasaannya.
Dia mengaku tak kuat menahan perasaannya dan memutuskan untuk membagikan curahan hatinya dalam media sosial.
Akun bernama Nur Hasriha Mohammad ini mengaku bahwa biaya per bulan taman kanak-kanak itu sebesar RM380 atau setara 1,3 Juta rupiah.
Dengan biaya sebesar itu, tentu Nur Hasriha berharap agar anaknya medapatkan perlakukan yang sesuai.
Setiap hari, Nur Hasriha mengantarkan anak-anaknya pergi ke sekolah.
Selama itu Nur Hasriha merasa mereka semua terlihat baik.
Namun, ketika pulang sekolah, anaknya yang bernama Dina mengaku dipukul gurunya.
Kejadian ini membuat Dina pun enggan pergi sekolah lagi.
Awalnya Hasriha mengira hal itu dilakukan gurunya untuk mendidik anaknya tersebut.
Setelah mengetahui video tindak kekerasan yang beredar, Harisha pun merasa menyesal tak mendengar keluhan anaknya selama ini.
Dia mengaku tak menyangka anaknya menderita di sekolah.
Beginilah bunyi curahan hati Hasriha di Sosial Media.
“Asalamualaikum, Berkenaan dengan kasus anak saya, terus terang saya katakan saya tidak bisa menerima apa yang telah dia lakukan pada anak saya.
“saya tidak berpikir siapa pun yang saya percaya dapat merawat anak saya seperti bi***ng
“Kami bukan dari keluarga yang berkecukupan, biaya bulanan yang mahal sebesar RM 380 diharapkan akan sebanding dengan perawatan, bukan dengan cara ini.
“terus terang saya katakan, selama mengirim anak ke sana, para guru selalu terlihat baik di hadapan saya.
“Sampai anak-anak tidak mau sekolah saya hanya berpikir positif saja.”
“Rupanya ini sebabnya anak saya tidak mau pergi ke Sekolah.”
“Dia juga seorang guru di cerita Dina, tapi ceritanya sebelum kejadian (Video viral) saya tidak percaya itu.”
“Dia siap menunjukan ‘guru’ pada saat itu.”
“Suami saya dan saya masih positif, biarkan saja apa yang Dina bicarakan.”
Hasriha juga mengaku bahwa setiap kali dirinya membuka media sosial nya, dirinya maish merasa terhantui oleh cerita Dina dan video tersebut.
Hasriha memutuskan untuk mencari sekolah baru, harapannya adalah agar sekolah yang baru dapat menjaga anak-anak sebagaimana mestinya.
4. Kaesang Edit Foto Jan Ethes, Bikin Warganet Ikut-ikutan
SURYAMALANG.COM - Masih ingat dengan foto fenomenal Jan Ethes, cucu pertama Presiden Joko Widodo saat menyapa khalayak di upacara Kemerdekaan beberapa hari lalu?
Gara-gara foto itu, Jan Ethes bak idola cilik masa kini yang gaet banyak penggemar.
Foto itu kembali menyeruak ke permukaan karena ulah pamannya sendiri, Kaesang Pangarep.
Di dunia maya, duo putra Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep memang terkenal saling lempar banyolan di dunia maya.
Apa pun bahannya, pasti digunakan untuk melawak satu sama lain.
Foto fenomenal Jan Ethes pun jadi 'korban'.
Sehari seusai upacara (18/8/2018) itu, pria yang akrab disapa Kaesang itu membuat cuitan yang tak terima kenapa ponakannya lebih diperbincangkan daripada dirinya.
Bahkan saat Kaesang membagikan cerita lucu, animo masyarakat tak sebesar saat Kaesang membagikan foto Jan Ethes.
Hal itu dia tuliskan pada Selasa, 21 Agustus 2018.
Mengamini permintaan warganet, Kaesang akhirnya berikan foto Jan Ethes.
Kocaknya, itu memang foto Jan Ethes namun bagian kepalanya diubah menjadi kepala ayahnya, Gibran Rakabuming Raka.
Terlebih raut Gibran sedang tersenyum seolah menahan tawa.
Di cuitan tersebut, Kaesang bilang kalau Jan Ethes mirip ayahnya yang langsung ditanggapi Gibran via akun Twitternya @chilli_pari di hari yang sama (21/8/2018).
@Chilli_Pari: Anak siapa ini?
Warga Twitter yang melihat ini seketika tak hanya berikan tanggapan berupa cuitan, tetapi juga foto-foto editan lain.
Misalnya saja akun Twitter @naeyouroppa yang mengedit foto Jan Ethes hingga tampak seperti seorang karakter di game Mobile Legend.
@naeyouroppa: Mirip banget sama hero ML.
Jika Kaesang mengedit foto Jan Ethes dengan wajah Gibran, lain halnya dengan akun @daviesart.
Pengguna Twitter ini justru mengedit foto Jan Ethes dengan wajah Kaesang Pangarep.
@daviesart: Maap maap lho mas.
Rupanya tak hanya foto Jan Ethes yang menjadi sasaran.
Anak kecil berseragam pramuka yang muncul di cuplikan video Opening Ceremony Asian Games 2018 pada Sabtu (18/8/2018) pun jadi sasaran.
Anak itu berikan sentuhan lawak di mini movie tersebut saat dia rupanya diseberangkan oleh seorang Jokowi.
Detik di mana si bocah bertubuh tambun itu melongo itulah yang menjadi bahan editan.
Akun @StevenRianto mengedit foto anak kecil tersebut dengan wajah Kaesang Pangarep.
@StevenRianto: mirip ya sama ini.
Menyadur Tribunwow.com dengan judul Kaesang Pangarep Edit Foto Jan Ethes, Begini Reaksi Gibran Rakabuming