Jumat, 24 April 2026

Surabaya

Startup Dunia Kaget Pegiat Ekonomi Surabaya Banyak Ibu Rumah Tangga

Associate Director Global Entrepreneurship Network (GEN), Sarolta Borzas, begitu terinspirasi saat mengujungi Surabaya akhir pekan lalu.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: yuli
Delegasi Startup Nations Summit (SNS) 2017. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Associate Director Global Entrepreneurship Network (GEN), Sarolta Borzas, begitu terinspirasi saat mengujungi Surabaya akhir pekan lalu.

Dia kaget kalau pelaku dan pegiat ekonomi di Surabaya adalah perempuan ibu-ibu rumah tangga.

Tokoh enterpreneur dan startup dunia itu mengunjungi tempat yang biasa dijadikan sentra kegiatan 

Program Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) di Mal Kapaz Krampung Surabaya

Kunjungan ini sebagai kunjungan resmi sebelum pelaksanaan Startup Nations Summit (SNS) 2018 pada 16 - 17 November mendatang. Bertemunya para startup dunia untuk membahas isu dan memangkap tren para entrepeneur muda. 

Sejak inisiasi Pemkot membuat perogram pemberdayaan ekonomi masyarakat itu, sudah dikenalkan konsep go global, go digital dan go financial. Bagaimana mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) agar memiliki usaha meluas hingga global, dengan memanfaatkan teknologi digital agar pendapatan berlipat.

Dalam program Pahlawan Ekonomi itu tujuan utamanya adalah untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Terutama kaum perempuan. Kondisi ini yang membuat delegasi GEN angkat topi karena penggerak ekonomi masyarakat adalah ibu-Ibu rumah tangga.

“Saya melihatnya ini adalah hal yang luar biasa. Melalui program pahlawan ekonomi itu, pemerintah kota bisa meningkatkan ekonomi masyarakatnya,” kata Sarolta.

Pahlawan ekonomi itu akan menjadi percontohan bagi 170 negara di dunia yang nantinya berkunjung di 

SNS. Sarolta yang telah berkunjung ke berbagai Negara tersebut mengaku, bahwa belum ada program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang pesertanya hampir 99 persen ibu-ibu rumah tangga.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan menjadi seorang Entrepreneurship adalah hal yang sangat tepat saat ini. Pada 2020 nanti, persaingan ekonomi bukan hanya pada level Asean, namun global. 

Jika masyarakat tidak mempersiapkan mulai sekarang, hal ini akan menjadi sebuah bencana demografi. "Karena itu, anak-anak kita harus mulai kita persiapkan. Harus tangguh dalam bidang apapun," kata Risma.

Tags
Surabaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved