Blitar
Musim Kawin, Perajin Mahar Pernikahan di Blitar Panen Pesanan
Eka Kusuma Wardani, sedang menempel uang koin untuk membuat kerajinan mahar pernikahan di rumahnya Jl Jawa, Sananwetan, Kota Blitar.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Bisnis kerajinan mahar pernikahan milik Eka Kusuma Wardani (30) selalu kebanjiran order tiap memasuki musim kawin seperti saat ini. Ibu satu anak ini bisa menerima 40-50 pesanan mahar pernikahan dalam satu bulan.
Eka, panggilan Eka Kusuma Wardani, sedang menyelesaikan pembuatan mahar pernikahan saat Surya datang ke rumahnya, Jl Jawa, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (27/8/2018). Kedua tangannya sibuk menempelkan uang koin di pigura berukuran 30 cm x 40 cm.
Sejumlah bahan untuk membuat mahar seperti pita, kertas, dan lem, tercecer di lantai ruang tamu rumahnya. Beberapa mahar pernikahan yang sudah jadi dibiarkan tergeletak di lantai. "Maaf rumahnya berantakan. Ini tadi ada pesanan mahar mendadak, minta cepat jadi," kata Eka.
Eka mulai menekuni bisnis kerajinan mahar tiga tahun lalu. Awalnya, dia hanya membantu adiknya, Ica Noviati Setyorini, yang lebih dulu menekuni bisnis itu. Eka membantu mempromosikan bisnis mahar pernikahan milik adiknya lewat media sosial.
Lama kelamaan, bisnis mahar pernikahan milik adiknya ramai pesanan. Eka akhirnya tertarik untuk ikut menekuni bisnis kerajinan mahar pernikahan. "Saya sebenarnya guru di SDN Sawentar 2. Kalau pagi sampai siang saya mengajar. Sore sampai malam membuat kerajinan mahar pernikahan," ujarnya.
Model kerajinan mahar pernikahan milik Eka sebenarnya sama dengan kerajinan mahar yang sudah beredar di pasaran. Bahan dasar yang dipakai juga sama, yakni, pigura, pita, kertas, lem, kaca, dan uang. Hanya saja, Eka menambahkan pelat logam kuningan untuk menulis nama calon mempelai.
"Mungkin pelat logam kuningan ini yang membedakan dengan kerajinan mahar lainnya. Rata-rata kerajinan mahar menggunakan kertas diprint untuk tulisan nama calon mempelai," ujarnya.
Jenis mahar pernikahan yang paling laris masih model bunga. Tetapi, dia juga bisa membuat model lain sesuai dengan permintaan pemesan. Mulai model hewan, kendaraan, dan logo lembaga. Baik model tiga dimensi maupun model empat dimensi.
Ukurannya juga bervariasi, mulai 30 cm x 30 cm, 30 cm x 40 cm, dan 30 cm x 60 cm. Tapi, yang paling laris ukuran 30 cm x 60 cm.
"Pembuatannya paling lama tiga hari. Sebenarnya sehari juga bisa selesai, tapi kadang bahannya yang belum ada. Saya juga kerja sama dengan kolektor uang untuk bahan membuat mahar pernikahan," katanya.
Harganya juga variatif, mulai Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk mahar pernikahan model tiga dimensi. Sedangkan jenis mahar pernikahan empat dimensi harganya lebih mahal mulai Rp 500.000 sampai Rp 750.000.
Dalam sebulan, Eka mendapatkan pesanan mahar pernikahan rata-rata 20 buah. Tetapi, saat musim nikah, jumlah pesanan mahar di tempatnya bisa naik dua kali lipat. Seperti bulan ini, dia sudah mendapat pesanan mahar pernikahan sebanyak 40 buah.
"Tiap bulan selalu ada pesanan. Kalau musim nikah seperti sekarang ini jumlah pesanannya meningkat dua kali lipat. Jumlah pesanan bisa mencapai 40-50 buah dalam sebulan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jl-jawa-sananwetan-kota-blitar_20180827_171500.jpg)