Malang Raya
Setengah Abad Radio Kalimaya Bhaskara Mengudara di Kota Malang
Sejak Kalimaya berdiri di tahun 1968, radio yang berada di bawah naungan grup Kompas Gramedia itu memiliki segmen pendengar anak muda.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Radio Kalimaya Bhaskara memasuki usia 50 tahun atau setengah abad pada Minggu (26/8/2018). Kalimaya Bhaskara salah satu pioner radio di Kota Malang. Dan menapak usia yang separo abad, Kalimaya tetap eksis di tengah industri radio.
Usia boleh 50, namun semangat Kalimaya Bhaskara tidak mau menua. Kalimaya tetap setia pada segmen anak muda. Sejak Kalimaya berdiri di tahun 1968, radio yang berada di bawah naungan grup Kompas Gramedia itu memiliki segmen pendengar anak muda.
"Dulu segmen pendengarnya antara 18 - 25 tahun, sekarang antara 18 - 35 tahun," ujar Assistant Station Manager Radio Kalimaya Bhaskara Amalia Khoirunnisa, Senin (27/8/2018).
Bagi sejumlah warga Malang, Kalimaya merupakan salah satu radio legenda yang dikenal menyuguhkan musik mancanegara di awal kemunculannya. Melongok sejarah Kalimaya yang dibacakan oleh MC saat tasyakuran ulang tahun Kalimaya Bhaskara ke-50, Senin (27/8/2018), Radio Kalimaya Bhaskara mulai siaran dan dikenal di Malang pada tahun 1968
Mengudaranya Kalimaya digawangi sekelompok anak muda yang mempunyai hobi di bidang elektronika serta gemar mendengarkan lagu mancanegara. Mereka beride bagaimana supaya lagu-lagu mancanegara itu juga dapat dinikmati oleh anak muda lain di lingkungan mereka.
Dan akhirnya mereka membuat pemancar kecil, dengan pemancar kecil inilah mereka memulai siaran pertamanya memakai nama Suara Oikumene Broadcasting Coorporation (SOBC) pada tanggal 23 Mei 1968. SOBC mendapat sambutan yang sangat responsif dari pendengarnya yang sebagian besar adalah anak muda karena selalu menghadirkan program acara dan musik yang menjadi trend anak muda Malang.
Seiring berkembangnya teknologi, pada tanggal 8 Agustus 1988 radio SOBC yang awalnya masih mengudara pada frekuensi AM berpindah ke frekuensi FM dan berganti nama menjadi “Radio Kalimaya Bhaskara”. Kalimaya Bhaskara menempati frekuensi 100.20 Mhz. Lalu di tahun 2004 berubah di frekuensi 102,1 FM sampai saat ini. "Demi menjaga kualitas audio untuk kepuasan pendengar sehingga frekuensi diubah di 102,1 FM hingga sekarang," imbuh Nisa, panggilan akrab Amalia Khoirunnisa.
Tahun 2012, Radio Kalimaya Bhaskara tergabung dengan kelompok usaha Kompas Gramedia.
Menurut Nisa, usia 50 tahun bukan usia yang muda lagi. Tetapi Kalimaya tetap mempertahankan segmen pendengar muda, dan itu menjadi salah satu ikon Kalimaya dan hingga saat ini masih bisa bertahan di telinga pendengar.
"Selain tetap mempertahankan segmen anak muda. Kami juga memperkuat onair, offair, juga online. Apa yang kami sajikan di on-air, atau event secara massif kami geber juga di online. Itu beberapa kiat kami bertahan sampai usia 50 tahun ini," tutur Nisa.
Kalimaya menyasar pendengar muda karena orang muda merupakan kelompok aktif, dinamis, dan kreatif. Kalimaya Bhaskara mempunyai coverage area hingga 23 Kilometer.
Sementara itu, Station Manager Radio Kalimaya Bhaskara Bambang Widjanarko mengatakan Kalimaya bakal terus menyajikan program untuk anak muda. "Harapan kami makin lama makin maju, makin dicintai pendengar," ujar Bambang.
Sedangkan, salah satu pendengar Kalimaya Eka Nurcahyo mengaku telah mengenal Kalimaya sejak tahun 1987, saat mengawali perantauannya di Kota Malang. "Dan kalau tidak keliru, Kalimaya itu radio yang pertama kali berubah dari AM ke FM. Semoga Kalimaya makin dan tetap keren. Ke depan juga, saya harapkan Kalimaya mengangkat kisah prestasi anak-anak muda Malang," tegas Eka.
Perayaan ulang tahun Kalimaya Bhaskara digelar Senin (27/8/2018). Sejumlah kolega, dan unit usaha Kompas Gramedia di Kota Malang ikut memeriahkan tasyakuran ulang tahun itu.
--