Malang Raya

Pelecehan kepada Para Siswinya, Kepala Sekolah di Malang Dijerat Hukuman 9 Tahun Penjara

Pelecehan kepada Para Siswinya, Kepala Sekolah di Malang Dijerat Hukuman 9 Tahun Penjara

Pelecehan kepada Para Siswinya, Kepala Sekolah di Malang Dijerat Hukuman 9 Tahun Penjara
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Krisyanto Latif saat jalani persidangan di Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang, Senin (3/8/2018) 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, menetapkan hukuman sembilan tahun penjara dengan denda Rp 4 miliar kepada terdakwa Krisyanto Latif yang merupakan Plt Kepala Sekolah di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Malang, Senin (3/9/2018).

Sidang pada hari ini dilaksanakan dengan susunan majelis yakni, Ari Qurniawan SH, MH sebagai ketua, Haris Budiarso SH MHum dan IGN Aryanta EW SH sebagai anggota.

"Berdasarkan register perkara nomor 341/Pid.Sus/2018/PN Kpn, saudara Krisyanto Latif dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar, jika tidak bisa bayar denda akan dikenai tambahan kurungan 9 bulan, pelaku diberi hak mengajukan banding selanjutnya, kita kasih waktu 7 hari, jika yang bersangkutan diam saja maka dianggap menerima keputusan," papar ketua sidang Ari Qurniawan.

Hukuman tersebut didapat Krisyanto, setelah terbukti melakukan tindakan asusila alias pelecehan seksual kepada keenam siswinya yang masih di bawah umur.

Ia dijerat dengan pasal 82 junto pasal 76 E UU nomor 35 tahun 2014 tentang UU Perlindungan Anak dengan ancaman 5-15 tahun penjara.

Aksi cabul kepala sekolah itu terjadi pada Januari silam. Berdasarkan pengakuan salah satu keluarga korban, pelaku merabai tubuh sampai kemaluan dan mencium bibir korban

Bahkan ada yang mendapat perlakukan cabul itu lebih dari dua kali. 

Modus yang diberikan pelaku kepada korbannya adalah dengan alih memberikan energi positif kepada korban melalui cara, harus diraba dulu badan korban oleh kepala sekolah, dengan cara tersebut pelaku melancarkan aksi cabulnya.

Selain itu kepada salah satu korban, pelaku menjanjikan korban untuk dijadikan sebagai anak angkat.

Aksi bejat terhadap enam siswi itu dilakukan di ruang kepala sekolah sampai di dalam mobil.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved