Malang Raya

Demo di Depan Balai Kota Malang, PKL Jalan Pahlawan Trip Tuntut Kejelasan Nasib

Lima pekan mereka tidak bisa berjualan lagi lantaran ada pelarangan dari aparat untuk tidak berjualan di area jl Pahlawan Trip.

Demo di Depan Balai Kota Malang, PKL Jalan Pahlawan Trip Tuntut Kejelasan Nasib
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ratusan pedagang kaki lima (PKL) memegang poster dalam demonstrasi di Balai Kota Malang, Selasa (4/9/2018). PKL yang dilarang berjualan di Jalan Pahlawan TRIP pada kegiatan Car Free Day tiap hari Minggu ini meminta solusi agar bisa berjualan kembali. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di Jl Pahlawan Trip saat Car Free Day melakukan orasi di depan Balai Kota Malang, Selasa (4/9/2018). Mereka menuntut kejelasan nasib sebagai pedagang di Car Free Day.

Sebab, sudah lima pekan mereka tidak bisa berjualan lagi lantaran ada pelarangan dari aparat untuk tidak berjualan di area jl Pahlawan Trip.

Dalam orasinya, rombongan aksi yang tergabung dalam paguyuban PKL Pahlawan Trip itu menuntut agar Plt Wali Kota memberi kejelasan terhadap nasib mereka. Utamanya keinginan mereka untuk bisa kembali berjualan di Car Free Day yang sudah beberapa pekan tak bisa dilakukan.

Menurut koordinator aksi, Edi Susanto menjelaskan bahwa yang mereka inginkan adalah bisa kembali berjualan. Sebab, sudah sekitar lima pekan mereka tak bisa berjualan lantaran ada pelarangan tersebut. Untuk itu dengan aksi tersebut mereka berharap Plt Wali Kota Malang, Sutiaji bisa memberikan solusi terhadap masalah mereka.

"Kami sudah beberapa kali melayangkan surat baik ke dinas pasar, perdagangan maupun perindustrian. Tetapi selalu ditolak. Padahal kami hanya ingin bisa kembali berjualan saja. Paling tidak kami ingin pemerintah memberikan tempat untuk kami bisa berjualan kembali," terang Edi Selasa (4/9/2018).

Lebih lanjut, Edi Santoso menambahkan bahwa pihaknya ingin bahwa untuk kali ini segera ada kejelasan mengenai nasib mereka. Pasalnya beberapa kali perwakilan dari PKL tidak mendapat kejelasan. Sehingga mereka mengalami kesulitan untuk bisa mencari nafkah.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini belum bisa melakukan audiensi dengan DPRD. Pasalnya dengan jumlah anggota DPRD yang ada saat ini maka juga tak bisa memberikan keputusan mengenai nasib mereka lantaran tak memenuhi kuorum. Untuk itu, mereka berharap ada kemurahan hati dari Plt Wali Kota Malang atas nasib mereka.

"Terus terang hal ini membuat kami resah. Sebab, sebagian besar dari kami menggantungkan nasib dengan berdagang di CFD ini. Untuk itu, kami berharap paling tidak minggu depan sudah bisa berjualan kembali," imbuhnya.

Akan tetapi, upaya dari paguyuban PKL Pahlawan Trip tersebut untuk menemui Plt Wali Kota Malang gagal terwujud. Pasalnya pada saat bersamaan Plt Wali kota Malang tengah menjalankan agenda lain. Namun, aksi dari paguyuban PKL Pahlawan Trip tersebut rupanya juga diketahui oleh Plt Ketua DPRD Kota Malang, Abdurrochman.

Ia mengakui bahwa akan segera mengagendakan pembahasan atas apa yang menjadi tuntutan dari para PKL.

"Mereka tadi melakukan aksi meminta agar kembali diizinkan kembali berjualan di CFD Jl Pahlawan Trip. Nanti akan kami agendakan untuk pembahasan hal itu," pungkas Abdurrochman.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved