Jember

Pertamina Akui Kebutuhan Elpiji 3 Kg di Jember Naik

pertamina akui permintaan elpiji di Jember naik karena kegiatan tasyakuran

Pertamina Akui Kebutuhan Elpiji 3 Kg di Jember Naik
Kompas.com
Ilustrasi Gas LPG 3 KG 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Pertamina Rayon VII akui ada kenaikan permintaan Elpiji ukuran tabung 3 Kg di Kabupaten Jember. Saat ini, rata-rata penyaluran Elpiji 3 Kg di Kabupaten Jember mencapai 64.153 tabung per hari. Peningkatan permintaan tersebut dikarenakan penggunaan Elpiji 3 Kg yang tidak sesuai peruntukannya. Diantaranya untuk kegiatan pengairan, peternakan, dan maraknya acara tasyakuran di bulan Agustus dan awal September. seperti acara tasyakuran pernikahan, khitan, dan haji.

Karenanya, Pertamina Rayon VII menaikkan pasokan menjadi 282.040 per hari sejak Agustus hingga 3 September 2018 di seluruh kabupaten. Kuota yang didistribusikan itu telah berpotensi melebihi dari alokasi yang disediakan yaitu 223.000 tabung.

Sementara dari pemantauan di 19 kecamatan di Jember, harga penjualan Elpiji 3 Kg masih cukup normal karena tidak sampai terjadi antrean pembelian di tingkat konsumen. Di 19 kecamatan itu Elpiji 3 Kg terserap 5.168 tabung dari 6.500 yang disediakan atau sekitar 79 persen.

"Kalau ada harga beragam di konsumen itu karena ulah spekulan yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan," kata Sales Executive Elpiji Pertamina Rayon VII M Ali Akbar Felayati seperti dikutip dalam siaran pers yang dikirimkan ke SuryaMalang.com, Selasa (4/9/2018) malam.

Untuk itu,  himbau Ali Akbar, masyarakat tidak memakai Elpiji 3 Kg untuk kegiatan yang bukan peruntukannya. Konsumsi Elpiji untuk kegiatan itu bisa memakai Elpiji non subsidi, seperti Elpiji biru atau brightgas.

Pertamina juga berharap masyarakat melaporkan ke Pemda jika ada penyimpangan penggunaan Elpiji 3 Kg.

"Besar harapan kami agar penggunaan Elpiji 3 Kg bersubsidi dapat dilakukan secara tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu serta usaha mikro dengan omset di bawah 850.000 per hari sesuai ketentuan UU UMKM nomer 20 tahun 2008," ujar Ali.

Harga Elpiji 3 Kg di tingkat konsumen di Jember memang beragam sampai menyentuh angka Rp 20.000. Meski begitu, ada juga pangkalan yang memilih menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di Jatim sesuai Peraturan Gubernur yakni Rp 16.000. Seperti yang dilakukan oleh pangkalan Ny Indria di Perumahan Villa Tegalbesar Jember. Dia tetap memilih menjual sesuai HET karena ada imbauan dari agen Elpiji yang mendistribusikan ke tempatnya.

"Saya tetap menjual sesuai dengan HET Rp 16.000 itu," ujar Indria.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved