Surabaya

Sales Cantik Divonis 8 Bulan Penjara karena Gelapkan Uang Rp 13 Juta

Tangis haru Dea Novelia Agniesya tak terbendung. Perempuan cantik dari Jakarta ini bisa melepaskan beban pikirannya...

Penulis: Sudharma Adi | Editor: yuli
Dea Novelia Agniesya dijatuhi pidana 8 bulan penjara. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tangis haru Dea Novelia Agniesya tak terbendung. Perempuan cantik dari Jakarta ini bisa melepaskan beban pikirannya, setelah dalam kasus penggelapan uang Rp 13 juta di perusahaan otomotif ini, dijatuhi pidana 8 bulan penjara.

Awalnya, sales mobil ini menjalani sidang di PN Surabaya dengan agenda tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan yang membaca berkas tuntutan, meminta hakim untuk menjatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan.

“Menuntut terdakwa karena terbukti melanggar pasal 374 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan,” jelas JPU Suparlan, Selasa (4/9/2018).

Usai dibacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Dwi Winarko memberi kesempatan perempuan 20 tahun ini untuk menyampaikan pleidoi. Dia meminta keringanan atas tuntutan yang diajukan JPU itu.

“Saya meminta keringanan karena sudah mengembalikan uang itu lengkap dengan kuitansinya,” katanya.

Dia juga mengakui kesalahannya dan khilaf atas penggelapan uang Rp 13 juta itu. Dia menggunakan uang itu untuk biaya operasi ibunya dan biaya kosmetiknya.

Usai pleidoi lisan itu, majelis hakim meminta skors guna memutuskan pidana. Setelah 10  menit waktu skors, akhirnya majelis hakim membacakan putusan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 8 bulan,” terang ketua majelis Dwi Winarko.

Adapun pertimbangan dari majelis hakim terkait hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan mengembalikan dana itu.

Sedangkan hal memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan dan merugikan orang lain.

Tak pelak, putusan itu direaksi terdakwa dengan tangisan haru. Tak lama, terdakwa mengaku menerima, begitu pula dinyatakan oleh jaksa yang juga menerima putusan.

Usai sidang, terdakwa langsung menghampiri keluarganya seraya menangis dan memeluk salah satu keluarganya.

Untuk diketahui, penggelapan yang dilakukan Dea terungkap pada Februari lalu. Meski ketahuan menggelapkan uang, namun pihak perusahaan saat itu masih memberikan kesempatan ia untuk bekerja dengan jaminan ia harus mengembalikan uang yang sudah digelapkan dalam waktu sebulan.

Namun hingga akhir deadline pengembalian, Dea tak kunjung mengembalikan uang Rp 13 juta itu. Saat itulah pihak perusahaan memutuskan untuk melaporkan kasus ini.

Tags
Surabaya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved