Tulungagung

Bayar Rp 30 Juta, dan Kerjanya Hanya Ikuti Agenda Bupati, Ini Modus Penipuan di Tulungagung

Jangan percaya bila ada orang yang mengaku bisa memasukkan jadi PNS atau ASN. Simak penipuan di Tulungagung ini.

Bayar Rp 30 Juta, dan Kerjanya Hanya Ikuti Agenda Bupati, Ini Modus Penipuan di Tulungagung
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Pegawai PDAM Tulungagung bernama Romhaji (50) dilaporkan ke polisi.

Romhaji diduga melakukan penipuan dengan modus bisa memasukkan pegawai Pemkab Tulungagung.

Pelapornya adalah  temannya sendiri,  Abdul Hadi (47).

Romhaji diduga sebagai bagian dari jaringan Jaka Jamakas, PNS di bagian protokoler Pemkab Tulungagung yang sudah ditangkap polisi karena kasus yang sama.

( Baca juga : Info Pemadaman Listrik Bergilir di Jatim, dan Bali pada 7 September 2018 Mulai Pukul 09.00 WIB )

Hal ini diungkapkan Dipta Putra Aditya (19), anak dari Hadi yang telah direkrut Romhaji.

Menurut Dipta, awalnya ayahnya membayar uang Rp 30 juta sebagai syarat bekerja di Pemkab Tulungagung.

Setelah itu dia langsung dimasukkan ke dalam grup Whatsapp (WA).

( Baca juga : Daftar Kota di Jatim yang Kena Pemadaman Listrik Bergilir Hari Ini, Termasuk Malang dan Pasuruan )

Grup itu beranggotakan sekitar 16 orang dengan Jaka Jamakas sebagai admin grup.

“Ternyata semua nasibnya sama. Mereka bekerja tanpa menerima gaji,” ungkap Dipta.

Dipta mulai bekerja di Pemkab Tulungagung pada Juli 2017.

( Baca juga : Seorang Pria Tembak Mati 3 Orang di Dalam Bank, Polisi Balas Menembak )

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved