Jember

OTT Oknum PNS Dispendik Jember "Bantuan Cair Fee Pun Diminta"

tersangka menyebut pungli sebagai uang fee telah membantu lembaga PAUD mendapatkan bantuan dana Layanan Khusus (LK) dari APBN 2018

OTT Oknum PNS Dispendik Jember
surya malang/sri wahyunik
Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo menunjukkan barang bukti uang pungli dari OTT Saber Pungli terhadap dua tersangka PNS Penilik PAUD 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Dua oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Jember yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dijerat Pasal 12 huruf (e) atau Pasal 12A UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman pidana di Pasal 12 paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Polisi juga masih menyelidiki aliran uang yang diminta dari dua lembaga PAUD di Jember itu. "Kami masih selidiki kemana saja aliran uang itu. Sejauh ini tersangka baru dua orang ini saja," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Jumat (7/9/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) Pungli Jember melakukan OTT terhadap dua orang penilik PAUD, Abdur Rohim (53) dan Suwidi (58). Kedua orang penilik sekolah ini merupakan PNS di Dinas Pendidikan Jember.

Satgas Saber Pungli menangkap keduanya di sebuah warung makan di Kecamatan Sukowono, Jember, Kamis (6/9/2018) sore. Keduanya ditangkap tak lama setelah menerima uang dari dua pihak, yakni Kelompok Bermain (KB) Nurul Islam Sukowono dan Pos PAUD Cempaka 100 Silo.

Dari dua lembaga itu, keduanya mendapatkan uang Rp 7,2 juta. Rohim dan Suwidi menyebutnya sebagai uang komisi karena telah membantu lembaga PAUD itu mendapatkan bantuan dana Layanan Khusus (LK) dari APBN 2018 melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setiap lembaga menerima bantuan dana LK sebesar Rp 25 juta. Dari bantuan itu, para penilik meminta komisi sebesar 10 - 15 persen dari bantuan yang diterima.

"Dari lembaga itu mereka meminta 15 persen, jadi terkumpul sekitar Rp 7 juta lebih," imbuh Kusworo.

Pungli yang dibungkus dalam bahasa komisi sebesar Rp 7,2 juta itu terbagi untuk diberikan ke sejumlah pihak. Suwidi menerima Rp 2 juta, Rohim mendapatkan Rp 2,2 juta, dan pihak yang belum jelas dan disebut berasal dari Dinas Pendidikan sebesar Rp 3 juta.

"Apakah ada keterlibatan pihak lain, juga apakah ada pihak lain yang menjadi korban tentunya masih kami dalami," ucap Kusworo.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto menegaskan, penyidikan bakal dilakukan secara sinergi antara kepolisian dan kejaksaan. "Tentunya kami akan menindaklanjuti semua informasi di hasil penyidikan itu. Beberapa pertanyaan juga mengarah ke pegawai di Diknas tentunya akan kami tindaklanjuti. Pemeriksaan tidak akan berhenti di sini," tegas Ponco.

Pasalnya, ungkap Ponco, tidak menutup kemungkinan modus Pungli serupa terjadi di tempat lain. "Apakah terjadi di tempat lain tentunya akan kami pelajari juga," ucap Ponco. 

Penangkapan terhadap Suwidi dan Abdur Rohim dilakukan oleh tim Saber Pungli dari kepolisian dan kejaksaan. Satgas Saber Pungli mendapatkan informasi adanya permintaan pungutan tersebut. Satgas akhirnya bergerak dan melakukan OTT terhadap keduanya.

Rohim merupakan penilik PAUD di Kecamatan Sukowono, sedangkan Suwidi adalah penilik di Kecamatan Kalisat.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved