Breaking News:

Malang Raya

Asah Keterampilan Bahasa Indonesia, Mahasiswa Asing UMM Bakal Tinggal 2 Bulan di Kota Batu

Asah Keterampilan Bahasa Indonesia, Mahasiswa Asing UMM Bakal Tinggal 2 Bulan di Kota Batu

IST
Mahasiswa asing yang baru datang di Universitas Muhammadiyah Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Demi mengasah keterampilan berbahasa Indonesia, mulai tahun ini, mahasiswa asing yang ikut Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bakal tinggal dua bulan di rumah warga di Kota Batu.

Program BIPA harus diikuti selama 12 bulan. "Selama 10 bulan belajar Bahasa Indonesia dan kebudayaan. Namun mulai tahun ini, selama dua bulannya tinggal di Kota Batu. Ini yang belum dilakukan pada tahun lalu," jelas Dr Arif Budi Wurianto MSi, Kepala BIPA UMM pada SURYAMALANG.COM, Minggu (9/9/2018).

Dengan begitu, mahasiswa asing bisa ikut induknya untuk melatih keterampilan berbahasa Indonesia misalkan ke pasar. Mahasiswa asing yang di UMM antara lain lewat program Darmasiswa dari Kemendikbud dan program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kemenristekdikti.

Khusus KNB, setelah setahun ikut BIPA, maka mereka melanjutkan kuliah S1 atau S2. Jika dari Darmasiswa ingin kuliah, maka harus ikut program lainnya lagi, seperti KNB agar dapat beasiswa sarjana atau kuliah mandiri.

Kebanyakan, mahasiswa asing ikut program BIPA setahun dulu. Sebab mereka saat kuliah mereka harus menggunakan Bahasa Indonesia. Karena itu, mereka belajar Bahasa Indonesia dan budaya dulu sebelum berkuliah. Tahun ini ada 22 mahasiswa asing dari 10 negara yang ikut dua program di atas.

Namun akan ada beberapa yang menyusul karena ada kendala di hubungan internasional. Sehingga paspornya harus transit. Untuk kategori bahasa, UMM banyak dipilih sebagai pilihan pertama oleh mahasiswa asing. Namun karena ada pengelola baru BIPA, maka kuotanya juga dibagi ke perguruan tinggi lain.

Usai penyambutan kedatangan, biasanya mereka dikenalkan dengan regulasi universitas, ketentuan imigrasi dan hal lain yang harus ditaati sebagai mahasiswa UMM. Abdullah, mahasiswa baru dari Yaman mendapat beasiswa KNB untuk kuliah S2 di Magister Manajemen.

Ia perlu waktu 11 hari sampai ke UMM karena permasalahan kelengkapan izin di perbatasan Oman dan Yaman. Padahal biasanya hanya perlu waktu empat hari. Pada tahun ini, ada 192 mahasiswa asing kuliah di UMM lewat berbagai skema beasiswa.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved