Surabaya

Demi Anak Tak Ada Kata Mahal, Nani Siap Rp 5 Juta per Bulan untuk Les Robotika Anak

Saat ini makin banyak sekolah di Surabaya yang membuka ekstra kurikuler (eskul) robotika. Baik di jenjang SMP, bahkan SD.

ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Saat ini makin banyak sekolah di Surabaya yang membuka ekstra kurikuler (eskul) robotika. Baik di jenjang SMP, bahkan SD pun kini banyak yang membuka eskul yang konon mampu menjadi perangsang daya pikir dan pengenalan teknologi anak tersebut.

Selain untuk membangkitkan dan menemukan kecintaan siswa akan era teknologi sejak usia dini, eskul robotika ini juga bisa menjadi sandaran baru bagi siswa untuk bisa mendapatkan tiket masuk sekolah favorit dari jalur prestasi. 

Terutama para orangtua ada yang juga mengejar tujuan lain berupa sertifikat itu. Sebab, Dindik Kota Surabaya juga memasukkan  pemenang nasional dan internasional robotik bisa masuk melalui jalur prestasi. Jalur prestasi dari robotika ini akan diadu dari jenis prestasi bidang lain. 

"Dindik Surabaya telah mewadahi dan memberi perhatian pada prestasi robotika. Ada jalur prestasi bidang robotika. Jdi bagi siswa berprestasi nasional atau internasional bisa menggunakan sertifikat juaranya untuk jalur prestasi bidang robotika," kata Rodik Wahyu Indrawan, pelatih robotika di Surabaya

Rodik yang alumnus PENS (Poltek Elekronika Negeri Surabaya ) ini mengakui bahwa eskul robotika tergolong mahal untuk sejumlah kalangan. Sebab komponen robot nya juga mahal. Begitu juga programmernya. Namun menurut pelatih yang bahyak memberi kelas robotika di eskul sekolah Surabaya ini bahwa semua biasa disiasati. 

Meski tegolong tidak murah, namun eskul robotika ini selalu banyak diminati di sekolah-sekolah tertentu. Seperti di SD AL Falah Surabaya, setiap tahun banyak peminat eskul robotik di sekolah ini.  

"Kami batasi hanya 40 siswa. Diakui memang tidak murah eskul ini. Tapi kami sepakat untuk biaya eskul itu kami patungan dengan wali murid," ucap Penanggung Eskul Robotik AL Falah Siti Maryam, Minggu (9/9/2018).

Nani Fitrini, salah satu wali murid yang putranya hobi robotika menuturkan kepada Surya bahwa wajar jika eskul robotika untuk sebagai kalangan tidak murah. Namun demi masa depan dan membangkitkan daya pengenalan teknologi anak, tidak ada kata mahal.

Nani yang seorang istri pilot ini menuturkan bahwa pertimbangannya memasukkan putranya Hernawan Santosa karena ada kecenderungan anaknya ini suka teknologi. "Saya coba kenalkan dan dukung anak saya ini masuk eskul robotika," kata Nani.

Perempuan alumnus Hukum Unair ini menambahkan hahwa Osa (panggilan Hernawan Santosa) di mata keluarga dikenal pemalu. Dia juga cenderung pendiam. Tapi di balik pendiamnya suka otak-Atiik alat. Nani semakin kuat untuk mengikutkan Osa ke eskul robotika.  

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved