Turki

Foto Udara Singkap Fakta Mengejutkan di Dalam Danau, Ada Gereja dari Abad ke-4 Masehi

Reruntuhan gereja kuno ini terendam sedalam tiga meter dari permukaan air, dan berjarak sekitar 50 meter dari tepian Danau Iznik, ujung barat Turki.

Foto Udara Singkap Fakta Mengejutkan di Dalam Danau, Ada Gereja dari Abad ke-4 Masehi
Sebuah gereja dari zaman Romawi kuno ditemukan di danau Iznik, Turki, pada kedalaman 3 meter. 

SURYAMALANG.COM - Jejak peradaban Kristen dari abad ke-4 Masehi terpendam di danau sedalam 3 meter di Turki.

Reruntuhan gereja kuno ini terendam sedalam tiga meter dari permukaan air, dan berjarak sekitar 50 meter dari tepian Danau Iznik, ujung barat Turki.

Para arkeolog berpendapat bahwa gereja bergaya Romawi ini dibangun di tepi danau sekitar tahun 390, ketika Iznik masih dikenal sebagai Nicea dan Istanbul disebut sebagai Konstantinopel yang merupakan pusat kekaisaran Romawi di wilayah timur.

Para arkeolog juga berpikir bahwa gereja ini mungkin juga menyembunyikan harta lain di dalamnya yang kemungkinan sebuah kuil penganut ajaran pagan. Sejak tahun 2006, kepala arkeologi di Universitas Bursa Uludag, Mustafa Sahin, telah melakukan pencarian di wilayah Iznik.

Namun, bukti otentik baru muncul pada tahun 2014 ketika petugas survei pemerintah menunjukkan padanya beberapa foto udara tentang adanya reruntuhan bangunan ini.

"Ketika saya pertama kali melihat foto udara danau, saya cukup terkejut melihat struktur gereja yang jelas," ungkap Sahin kepada Live Science, Rabu (05/09/2018).

Sahin berkata bahwa temuan ini menyimpan beberapa kuburan manusia di bawah tembok utama basilika yang dikenal sebagai dinding bema.

Beberapa koin juga ditemukan di kuburan tersebut. Koin-koin ini berasal dari masa pemerintahan Kaisar Valent (yang memerintah pada tahun 364-368) dan Kaisar Valentinian II (yang memerintah tahun 375-392). Artinya, basilika dibangun setelah tahun 390.

Sahin mengamini bahwa basilika ini didedikasikan untuk Santo Neophytos, yang meninggal dibunuh oleh orang Romawi di Nicea pada tahun 303, pada masa pemerintahan Kaisar Diocletian.

Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 313, Konstantinus Agung, kaisar saat itu, mengeluarkan Dekrit Milan yang menegaskan toleransi keagamaan bagi Kekristenan di seluruh Kekaisaran Romawi.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved