Kamis, 9 April 2026

Jember

Kritisi Kualitas Pendidikan Di Jember, Demo GMNI Sempat Memanas

Aksi GMNI mengkritisi dunia pendidikan di Jember, salah satunya masih tingginya angka buta aksara

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/sri wahyunik
Aksi demo GMNI di Jember mengkritisi kualitas pendidikan sempat memanas diwarnai bakar kardus, Senin (10/9/2018) 

SURYAMALANG.COM, JEMBER  - Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi di gedung DPRD dan Pemkab Jember, Senin (10/9/2018). Aksi di dua tempat itu dilakukan oleh elemen mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jember.

Kericuhan pertama terjadi ketika mahasiswa beraksi di gedung dewan. Mereka membakar selang air di tempat itu. Aksi saling dorong dengan petugas keamanan demo tak terhindarkan.

Pendemopun akhirnya bertemu Ketua Komisi D DPRD Jember, Hafidi.

Setelah itu, mereka meneruskan aksi di depan Kantor Pemkab Jember. Mereka mendesak bertemu Bupati Jember, Faida

Mereka sempat ditemui Sekretaris Dinas Pendidikan Jember M Ghozali. Mahasiswa tidak puas. Mereka tidak mau hanya melakukan dialog dengan sekretaris Dindik. Mahasiswa pun keluar ruangan.

Mereka kembali meneruskan aksi di depan pintu masuk utama kantor Pemkab di mana Bupati Faida berkantor.

Tak berselang lama, mereka membakar kardus. Suasana makin ricuh ketika mahasiswa mengambil papan ucapan selamat HUT RI untuk ikut dibakar.

Mahasiswa juga hendak membakar sebuah banner besar namun digagalkan polisi.

Hingga pukul 11.40 Wib, aksi masih berlangsung.

"Aksi kami mengkritisi dunia pendidikan di Jember, salah satunya masih tingginya angka buta aksara di Jember," ujar Zulfikar Putra, Sekretaris GMNI Cabang Jember.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved