Blitar

Peserta Aksi Bakar Boneka Koruptor di Depan Kantor Wali Kota Blitar

Pejabat Pemkot Blitar diminta menandatangani pakta integritas bebas korupsi dan harus sanggup tidak terlibat dalam korupsi.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/samsul hadi
Para peserta aksi melakukan orasi sambil membakar boneka koruptor di depan kantor Wali Kota Blitar, Senin (10/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sekitar 300 orang yang tergabung dalam Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Blitar, Senin (10/9/2018).  Dalam aksi itu, KRPK meminta pejabat Pemkot Blitar berkomitmen ikut memberantas korupsi di Kota Blitar.

Sebelum berangkat ke kantor wali kota, para peserta aksi berkumpul di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jl Sudanco Supriyadi. Selanjutnya, para peserta aksi berjalan kaki menuju kantor wali kota. Para peserta aksi membawa poster dan bendera.

Para peserta aksi juga membawa boneka manusia yang bertuliskan koruptor. Boneka itu kemudian dibakar di depan kantor wali kota. Pembakaran boneka koruptor sebagai simbol tidak ada lagi kasus korupsi di Blitar.

"Kami minta Pemkot Blitar berkomitmen tidak mengulangi korupsi lagi. Biarlah hanya satu kasus saja (Wali Kota Blitar nonaktif Samanhudi Anwar). Ini karena kami sayang Blitar," kata Koordinator aksi, M Triyanto.

Triyanto menganggap ada proyek lain yang pengerjaannya tidak transparan. Maka itu, dia meminta pejabat Pemkot Blitar untuk menandatangani pakta integritas bebas korupsi. Para pejabat di Pemkot Blitar harus sanggup tidak terlibat dalam korupsi.
Selain itu, Triyanto juga meminta para pejabat Pemkot Blitar dan wakil rakyat jangan mau diintervensi oleh pejabat yang sudah ditahan. Menurut Triyanto, pejabat yang ditahan masih ikut campur mengendalikan pemerintahan.

Dikatakannya, ada indikasi pengaturan pengisian jabatan Wakil Wali Kota Blitar. Ketika Wakil Wali Kota Blitar, Santoso diangkat menjadi Wali Kota Blitar menggantikan posisi M Samanhudi Anwar, berarti posisi wakil wali kota kosong. Menurutnya, ada isu kalau jabatan Wakil Wali Kota Blitar akan diisi oleh Hendry Pradipta Anwar, putra Samanhudi Anwar.

"Kalau wali kotanya, Santoso, maka wakilnya putra mahkota. Kami minta pejabat Pemkot dan para politisi agar menolak bila diintervensi oleh penguasa yang sekarang ditahan," ujar Triyanto.

Para peserta aksi ditemui oleh Plh Sekretaris Daerah Kota Blitar, Suharsono. Suharsono diminta untuk menandatangani pakta integritas oleh para peserta aksi. Suharsono menandatangi pakta integritas di depan peserta aksi.

"Kami berterimakasih kepada para peserta aksi. Aksi ini merupakan bentuk dukungan untuk Pemkot Blitar agar bersih dari korupsi. Aspirasi dari peserta aksi kami tampung untuk kami rapatkan dengan OPD," kata Suharsono.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved