Breaking News:

Kediri

Doakan Tahun Politik Semua Tetap Bersaudara Dalam Grebeg Syuro Kota Kediri

Sudah lumrah kalau tahun politik semua ingin menang. Tapi jangan sampai meninggalkan kekeluargaan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/didik mashudi
Komunitas Garuda Mukha yang menggelar Grebeg Suro serta membagikan dono weweh kepada masyarakat Kota Kediri, Selasa (11/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Komunitas Garuda Mukha mendoakan pada tahun politik dengan  berlangsungnya pemilihan presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) tetap berlangsung aman

"Sudah lumrah kalau tahun politik semua ingin menang. Tapi jangan sampai meninggalkan kekeluargaan," kata Tono Setiyo Bimoseno sesepuh Komunitas Garuda Mukha pada acara Grebeg Suro di Kota Kediri, Selasa (11/9/2018).

Diungkap Tono yang berjuluk Abhiseka Tunggul Pamenang, meski saling bersaing jangan sampai meninggalkan persaudaraan. "Selesai pilpres dan pileg semua tetap bersaudara jangan sampai ada perbedaan lagi," tambahnya.

Prosesi Grebeg Suro ini ditandai dengan kirab budaya, pusaka serta rebutan gunungan sayuran, gunungan ketupat dan jajan pasar. Selain itu juga menyebarkan dono weweh uang receh kepada ratusan masyarakat.

"Tumpeng dan dono weweh ini sebagai bentuk terima kasih kepada Yang Maha Kuasa dan masyarakat serta lingkungan. Dengan dono weweh membuat kita lebih dekat lagi dengan masyarakat," ungkapnya.
Ditambahkan, dono weweh jangan dilihat nilai uangnya, tapi dilihat kekeluargaannya. "Ini juga bentuk upacara untuk mendapatkan keiklasan dan kemantapan di hati serta bagian dari doa kami," tambahnya.

Tradisi Grebeg Suro yang digelar Komunitas Garuda Mukho telah berlangsung sejak turun temurun. Diharapkan kegiatan budaya itu semakin membuat rukun masyarakat yang berbeda-beda. "Semoga masyarakat tetap aman, sentosa, rukun dan damai," harapnya.

Sementara Jaka Lelana, ketua penyelenggara menjelaskan, acara Grebeg Suro dilaksanakan untuk mendoakan masyarakat, negara selamat, aman, makmur, damai dan sentosa.
"Kegiatan ini juga mengawali prosesi jamasan pusaka supaya berjalan lancar. Diharapkan kebudayaan yang kita jaga selama ini tetap bertahan dan tidak punah," ungkapnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved