Magetan

Tim Gabungan Turunkan Paksa 85 Pendaki dari Puncak Gunung Lawu

ratusan pendaki yang sebagian besar datang dari luar pulau Jawa, urung merayakan pergantian 1 Muharam 1440 H di puncak Gunung Lawu.

Tim Gabungan Turunkan Paksa 85 Pendaki dari Puncak Gunung Lawu
doni prasetyo
Larangan masuk di pintu pendakian Puncak Gunung Lawu, mengakibatkan ratusan pendaki yang sebagian besar datang dari luar pulau Jawa, urung merayakan pergantian 1 Muharam 1440 H di puncak Gunung Lawu, Selasa (11/9-2018). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN
Sebanyak 85 pendaki yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari luar pulau Jawa dipaksa turun dari puncak Gunung Lawu. Ini dilakukan untuk antisipasi jatuhnya korban, bila hutan di puncak Gunung Lawu, masuk wilayah Kabupaten Magetan terbakar.

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra, titik api yang membakar hutan Gunung Lawu terlihat di sekitar Pos 5 dan Candi Cetho puncak Gunung Lawu.

"Lokasi kebakaran dengan Pos 5 dan Candi Cetho masih jauh. Tapi api itu tidak bisa diprediksi, seperti kejadian tahun 2015 lalu yang mengakibatkan sembilan orang pendaki tewas, enam pendaki diantaranya tewas terbakar ditempat dan tiga di RSUD dr Sayidiman,"kata Fery Yoga Saputra kepada Surya, di Pos Masuk Pendakian Cemoro Sewu, Dukuh Sampe, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Selasa (11/9).

Diungkapkan Fery, kejadian tahu 2015 lalu awalnya, titik api diprediksi berada di hutan puncak Gunung Lawu, wilayah Jawa Tengah, dan dipastikan tidak akan merembet ke hutan puncak Gunung Lawu, wilayah Jawa Timur. Tapi ramalan itu beleset, belum sampai satu jam hutan puncak Gunung Lawu di wilayah Jawa Timur ludes terbakar.

"Tahun 2015 itu, kita sudah terlambat, karena tidak menyangka sebelumnya. Api datang tiba tiba, pada waktu itu juga musim angin kencang dan badai sama seperti hari ini. Puluhan berhasil kami bawa turun, tapi naas 9 pendaki itu kedahuluan api saat berusaha menemukan jalan turun,"kata Fery.

Dari sebanyak 85 orang pendaki, lanjut Fery yang dipaksa turun itu, muncak (mendaki gunung) masuk lewat Pos Pendakian Cemoro Sewu, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, dan Pos Cemoro Kandang, di Desa Gondosuli, Karanganyar, Jawa Tengah dan Candi Cetho, Jawa Tengah, sebelum ada larangan mendaki lewat pintu masuk Cemoro Sewu, Sabtu (9/9) dan Minggu (10/9).

"Tercatat di Pos Cemoro Sewu ada 62 orang pendaki, lewat Cemoro Kandang 22 orang pendaki dan yang lewat Candi Cetho satu rombongan, tercatat Ketua Rombongan. Semua berhasil kami minta turun, agak setengah paksa soalnya mereka juga bersikikuh tinggal sampai Rabu (12/9),"ujar Fery.

Tim Keamanan Gunung Lawu terdiri dari personil TNI/Polri, Polisi Khusus Hutan (Polsushut) Perhutani, Badan SAR Nasional (Basarnas), BPBD Kabupaten Magetan, relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) dan Anak Gunung Lawu (AGL).

"Personil gabungan lebih dari 100 orang, dibagi dua shift. Dan sebagian on call bila ada kondisi mendesak dan penting. Kalau masalah alam, sulit kita prediksi. Kita sebagai manusia hanya berdoa dan berusaha saja,"tandas Fery Yoga Saputra.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved