Breaking News:

Tulungagung

Memanen Ikan Gurami Tak Mau Bayar, Ibu-ibu Dilaporkan Tiga Pembudidaya Gurami Ke Polisi

Ibu-ibu dilaporkan menipu setelah memanen ikan gurami milik para pemilik kolam tidak mau membayar sesuai kesepakatan

Penulis: David Yohanes | Editor: Achmad Amru Muiz
dok
ilustrasi lapor polisi 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Spht (43), perempuan asal Desa Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung dilaporkan ke Polisi oleh tiga orang pembudidaya ikan gurami. Ini setelah Spht dituding telah melakukan penipuan terhadap tiga orang tersebut.

Pelapor pertama, Marup (58) warga Dusun Kendit Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Dimana sekitar Bulan Maret 2018, Spht membeli ikan gurami milik Marup yang siap dipanen dengan harga Rp 22.000 per kilogram.

Saat itu total berat ikan yang dipanen mencapai 800 kilogram. Atas kesepakatan keduanya, Spht membayar uang muka sebesar Rp 9.000.000 dan sisanya dilunasi satu bulan kemudian.

"Namun terlapor ini kemudian membeli lagi ikan gurami milik pelapor ini hingga empat kali," kata Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, Jumat (14/9/2018).

Jika ditotal seluruh ikan gurami yang dipanen Spht mencapai 3.560 kilogram senilai Rp 78,32 juta. Namun masih ada sisa pembayaran Rp 54,32 juta yang tidak dilunasi Spht. Karena menganggap Spht ingkar janji, Marup melapor ke Polsek Campurdarat, Kamis (13/9/2018) pagi.

Ternyata bukan hanya Marup yang melapor. Dua pembudidaya gurami lainnya juga melaporkan Spht. Mereka adalah M Ridwan (32) dan Samiran (50) warga Dusun Gulut Desa Wates Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung

Dari kolam milik Ridwan, Spht membeli gurami seberat 2149 kilogram, senilai Rp 46,2 juta, pada Februari 2018. Namun ada sisa pembayaran Rp 39,2 juta yang belum dilunasi.

Sementara dari kolam milik Samiran, Spht membeli ikan gurami seberat 330 kilogram, senilai Rp 6,9 juta. Namun Samiran belum menerima uang pembelian ikannya itu. "Tiga orang ini melapor bersamaan, yang dilaporkan adalah orang yang sama," ucap Sumaji.

Saat ini polisi masih mendalami keterangan para pelapor. Selanjutnya penyidik akan memanggil Spht untuk dimintai keterangan.

"Proses penyelidikan masih berjalan," tutur Sumaji. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved