Breaking News:

Lamongan

Identitas Tengkorak dan Tulang Belulang di Lamongan Akhirnya Terkuak

Identitas korban Mrs X yang ditemukan tersebut bernama Sulastin (35) warga Dusun Pasarsore, Desa Kanugrahan, Kecamatan Maduran.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Identitas tulang dan tengkorak yang ditemukan dua pemancing di sungai mati Turi Banjaran, Kecamatan Maduran, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (13/9/2018) lalu, akhirnya terkuak.

Polisi sebelumnya melakukan otopsi dan mengirim gigi dan sebagian tulang ke laboratorium forensik di Jakarta.

Selama proses otopsi hingga pengiriman sampel tulang serta gigi ke Jakarta, ada jejak yang akhirnya dikenali keluarga korban.

Identitas korban Mrs X yang ditemukan tersebut bernama Sulastin (35) warga Dusun Pasarsore, Desa Kanugrahan, Kecamatan Maduran.

"Sesuai hasil otopsi dan kesaksian keluarga, korban adalah Sulastin," kata Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat kepada wartawan di Mapolres Lamongan, Senin (17/9/2018).

Hasil otopsi kerangka dan tulang yang dilakukan kepolisian dan dihadiri oleh keluarga akhirnya diketahui bahwa identitas korban Mrs. X adalah Sulastin usia 35 tahun.

Terungkapnya identitas tulang dan tengkorak ini berkat laporan dari keluarga yang mengaku kehilangan korban.

Korban, diakui oleh keluarga, hilang sejak beberapa bulan yang lalu. Korban mengalami gangguan jiwa dan hilang sejak sekitar 7 bulan yang lalu.

Keluarga korban ketika mendengar kabar penemuan mayat di Desa Turi Banjaran akhirnya mendatangi kepolisian.

"Dari itu semua, jejak dan identitas korban diketahui," katanya.

Hasil otopsi, diketahui korban berjenis kelamin perempuan dilihat dari bentuk tulang punggul dan dagunya.

Sementara pakaian yang juga ditemukan bersamaan dengan penemuan tulang, benar dan diakui ibu korban.

Asmuni (67), ibu korban, memastikan, pakaian perempuan jenis babydol atasan dan bawahan serta kaus warna hujau toska itu pakaian anaknya.

Ibu kandung korban hadir pada saat pelaksanaan otopsi tulang membenarkan, pakaian tersebut adalah pakaian yang dikenakan korban saat hilang.

Sulastin anak pasangan Asmuni dan Juki ini juga diketahui menjadi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Puskesmas Maduran. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved