Breaking News:

Madiun

Ribuan Pesilat Kumpul Di Madiun, Ikrar Tolak Ditunggangi Kepentingan Politik

Beberapa poin ikrar yakni komitmen keluarga besar PSHT untuk tetap mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan UUD 45 dan Pancasila.

surya malang/Rahadian Bagus
Ribuan warga PSHT ikrar jaga netralitas dan keutuhan NKRI, Selasa (18/9/2018) malam di Padepokan PSHT di Kota Madiun. 

"Kalau secara individiu, monggo. Namun tidak boleh membawa nama organisasi, tidak boleh membawa atribut, menggunakan sarana prasarana organisasi, itu kami larang," katanya.

Pihaknya juga sangat berhati-hati apabila ada parpol atau timses yang berusaha mendekati untuk kepentingan politik, dalam hal ini Pileg dan Pilpres.

"Kami sangat berhati-hati sekali, meski sampai saat ini belum ada. Kami memang sangat berhati-hati kalau ada yang mendekati, lalu kedekatan itu justru akan menimbukkan penafsiran yang lain. Jadi sementara ini, mohon maaf, untuk kali ini kami berada di garis netral," katanya.

Dia menambahkan, dalam ikrar juga terdapat poin agar keluarga besar PSHT  bijak dalam bermedia sosial. Warga PSHT diimbau untuk tidak ikut menyebarkan, atau berkomentar di media sosial yang dapat menimbulkan perpecahan organisasi dan bangsa.

Kemajuan teknologi informasi komunikasi di satu sisi, menguntungkan dalam kehiduoan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Namun di sisi lain juga dapat menyebabkan memicu timbulnya keretakan, perbedaan, perpecahan di masyarakat. Yang mengakibatkan, kalau lebih jauh, tentunya menyebabkan disintegrasi bangsa, dan kami tidak menginginkan itu," tambahnya.

Acara pembacaan ikrar dan pengesahan warga baru PSHT diikuti ribuan warga PSHT dari seluruh daerah di Indonesia dan juga dari luar negeri. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Forkopimda dari Kota dan Kabupaten Madiun

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved