Breaking News:

Lamongan

Modus Sumbangan Operasional, Oknum LSM Di Lamongan Ditangkap Polisi Karena Memeras

Mereka menuding korban tidak beres dalam mengelola uang bantuan dari pemerintah tersebut atau dianggap ada penyelewengan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/Hanif Manshuri
Empat tersangka diduga memeras modus bantuan biaya operasional organisasi LSM, Senin (24/9/2018) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Dua oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lamongan diamankan jajaran Polres Lamongan. Keduanya K (53) warga Dusun German Desa German Kecamatan Sugio dan DW (25) warga Desa Datinawong Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.

Selain itu, dua oknum wartawan juga ikut diamankan Polres Lamongan karena diduga ikut terlibat dalam pemerasan. Masing-masing AS (35) warga Desa Ngambek Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, dan IDW (33) asal Tanahlandean Desa Balongpanggang Kecamatan Gresik.

Wakapolres Lamongan, Kompol Imara Utama didampingi Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayat kepada SURYAMALANG.COM menjelaskan, korban atas kasus pemerasan yakni Mutawi (41) warga Desa Drajat Kecamatan Paciran Lamongan Jawa Timur.

Dalam aksinya, jelas Imara Utama, tersangka K dan DW menggandeng AS dan IDW saat mendatangi mangsanya. Sebelum datang bersama AS dan IDW ke rumah korbannya, dua pengurus LSM ini lebih mengawali datang ke rumah korban.

"Kedua oknum pengurus LSM dengan serta merta menanyakan soal bantuan dari pemerintah yang diterimakan kepada korban sebagai Ketua Kelompok Ternak yang mendapat bantuan dana sebesar Rp 200 juta dari provinsi Jatim," kata Imara Utama, Senin (24/9/2018).

Mereka menuding Mutawi, yang tidak beres dalam mengelola uang bantuan dari pemerintah tersebut atau dianggap ada penyelewengan.

"Akhirnya kedua oknum anggota LSM tersebut nego dengan imbalan uang dan tersangka memastikan tidak akan melanjutkan laporannya ke penegak hukum," kata Imara Utama, Senin (24/9/2018).

Gertakan terhadap korban yang akan dilaporkan ke penegak hukum melalui surat yang sudah dipersiapkan pihak LSM. Surat yang redaksionalnya sudah dibuat itu bisa dibatalkan pengirimannya asalkan korban mau memberikan imbalan Rp 5 juta.

Korbanpun khawatir dan ketakutan sehingga memberikan uang kepada oknum LSM, namun  hanya bisa menyanggupi Rp 3, 5 juta. Kemudian Jumat (21/9), tersangka K dan DW datang kembali ke rumah korban dengan menggandeng dua oknum wartawan AS dan IDW.

Kepada korbannya, AS dan IDW disebut sebagai teman pers yang selalu siap mengekspos kasusnya.
Dua oknum pengurus LSM, K dan DW memperlunak modus pemerasannya dengan mengistilahkan apa yang dimintanya hanya sebagai bentuk sumbangan untuk operasional LSM tempatnya bernaung.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved