Yogyakarta

Keramik dari China Abad 10 Masehi Terpendam di Sleman, Yogyakarta

"Keramiknya kemungkinan dari masa Dinasti Tang atau Dinasti Song. Sekitar abad 10 Masehi," tegasnya.

Editor: yuli
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma
BARANG DARI CHINA - Kepingan keramik dan tembikar yang ditemukan tim arkeologi DIY dari pengalian di Dusun Balong Bayern, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. 

SURYAMALANG.COM, YOGYAKARTA - Jejak peradaban zaman Mataram Kuno terpendam di area kebun jagung Dusun Balong Bayen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bentuknya berupa kepingan keramik dan tembikar yang kemungkinan dari abad 10 Masehi.

"Kami mulai melakukan penggalian pada 15 September 2018 lalu," ujar Ketua Tim Peneliti Pusat Kerjaan Mataram Kuno, Lereng Timur Merapi Balai Arkeologi DIY, Baskoro Danu Cahyono kepada Kompas.com, Senin (24/9/2018).

Baskoro mengungkapkan, penggalian dilakukan di area kosong yakni di kebun jagung milik warga. Di lokasi ini, tim menggali dua lubang berdekatan dengan luas 6 meter X 2 meter.

"Kami menentukan titik penggalian di sekitar batu-batu candi yang sudah di permukaan, sebab batu-batu ini kan tidak mungkin dibawa dari tempat jauh," bebernya.

Dari penggalian selama sembilan hari ini, tim arkeologi DIY menemukan kepingan-kepingan keramik dan tembikar. Benda-benda tersebut ditemukan berada di kedalaman 5 meter.

"Kami temukan di kedalaman 5 meter, 4 keping keramik dan 67 keping tembikar," ucapnya.

Keramik dan tembikar yang ditemukan berupa kepingan-kepingan.

Menurut Baskoro, keramik dan tembikar tersebut berasal dari abad 10 Masehi.

"Keramiknya kemungkinan dari masa Dinasti Tang atau Dinasti Song. Sekitar abad 10 Masehi," tegasnya.

Baskoro menjelaskan, keramik dan tembikar merupakan alat sehari-hari dan bisa digunakan sebagai alat upacara.

Temuan tersebut menunjukkan adanya aktivitas peradaban masa lampau di Dusun Balong Bayen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

"Kedalaman 5 meter itu merupakan lapisan budaya. Kehidupannya pada kedalaman itu, setelah itu kan tertutup akibat terkena lahar dingin Gunung Merapi," ucapnya.

Baskoro menuturkan, keramik dan tembikar yang ditemukan di Dusun Balong Bayen, sama dengan Candi Kedulan. Tak hanya itu, kondisi lapisan tanah juga sama dengan Candi Kedulan.

"Hari ini hari terakhir pengalian dan akan kami lanjutkan tahun depan. Ya karena keterbatasan waktu dan anggaran yang ada, jadi nanti lubang akan kita timbun kembali," ungkapnya.

Sebelumnya, Balai Arkeologi DIY menggali area kebun jagung, Dusun Balong Bayen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

Penggalian dilakukan untuk mencari bukti-bukti yang menguatkan dugaan Dusun Balong Bayen dahulu merupakan pusat Kerajaan Mataram Kuno. kompas.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved