Liga 2

Madura FC Curi Poin di Markas Persegres, Pelatih Sebut Pemainnya Agresif

Madura FC unggul terlebih dahulu di menit 81 melalui gol bunuh diri Dedi Indra menit 81, sementara gol balasan dari tuan rumah..

Madura FC Curi Poin di Markas Persegres, Pelatih Sebut Pemainnya Agresif
Kapten tim Madura FC, Beny Azhar (tengah) saat berduel dengan pemain Persegres Gersik, di Stadion Gelora Joko Samudro, Selasa (25/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, GRESIKMadura FC berhasil mencuri poin dari markas Persegres Gresik setelah berhasil menahan imbang 1-1 pada lanjutan pertandingan pekan ke-18 Liga 2 wilayah timur di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Selasa (25/9/2018).

Madura FC unggul terlebih dahulu di menit 81 melalui gol bunuh diri Dedi Indra menit 81, sementara gol balasan dari tuan rumah, Persegres tercipta di menit 90 melalui titik putih hasil sepakan Obet Rivaldo.

Berhasil mencuri poin dari kandang Persegres, diakui pelatih Madura FC, Salahudin, itu tidak lepas dari permainan agresif skuad asuhannya sejak menit awal.

Meskipun gol tercipta bukan dari pemainnya sendiri, tapi diakui pelatih asal Pelembang tersebut, skuad asuhannya di laga itu sudah bermain dengan semangat juang maksimal.

“Apapun hasilnya, kita tetap bersyukur, pemain sudah bekerja keras, mereka bermain dengan intensitas dan semangat juang tinggi,” terang Salahudin usai laga.

Di sisi lain, meskipun berhasil mencuri satu poin, diakui Salahudin, ada banyak evaluasi dari timnya di laga tersebut, khususnya dalam mengantisipasi bola-bola mati.

“Meskipun kami bisa mencuri poin di sini (Gresik), kami masih banyak kekurangan. Kami akan evaluasi, khususnya di bola-bola mati, kami kurang ketat menjaga lawan, tapi paling tidak untuk selanjutnya kami akan latihan bagaimana man to man marking dari bola mati,” tegasnya.

Selain sedikit lengah di lini pertahanan, diakui Salahudin, di laga itu skuad asuhannya juga belum maksimal dalam memanfaatkan peluang.

“Itu juga yang menjadi evaluasi kedepan, apalagi kalau kami masuk delapan besar, lawan semakin berat sehingga dengan peluang sedikit kita harus maksimal untuk bisa mencetak gol,” harapnya.

Mantan pelatih Barito Putera itu juga tidak mau komentara banyak terhadap gol penalti dari lawan, meskipun menurutnya, juga setelah menanyakan langsung pada pemain, bukan hands ball, tapi bola hanya meyentuh paha.

“Tidak handsball, itu bola dari kaki kena paha, dari kaki Faris Aditama, Faris juga saya tanya bola itu di bawah, tangan ke belakang, bola masuk ke paha, tapi diberikan penalti,” pungkasnya.

Dengan hasil ini maka dipastikan Madura harus turun ke posisi dua klasemen sementara Liga 2 wilayah timur dengan 35 poin, karena pesaing terberat, PSS Sleman di laga lain berhasil taklukkan Kalteng Putra, berkat kemenenangan itu PSS Sleman kumpulkan 37 poin.

Penulis: Khairul Amin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved