Universitas Ma Chung

Universitas Ma Chung Gelar Sosialisasi Tingkatkan Jurnal Internasional

Universitas Ma Chung terpilih oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar sosialisasi...

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
benni indo
Kepala LPPM Universitas Ma Chung Kestrilia Rega. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Universitas Ma Chung terpilih oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar sosialisasi sistem informasi untuk pengelolaan penelitian atau pengabdian di Hotel Savana Malang, Rabu (26/9/2018). Hal ini dilakukan untuk mendongkrak hasil penelitian agar dapat dipublikasikan di tingkat internasional.

"Sosialisasi ini untuk mengenalkan sistem informasi yang dikembangkan oleh Ristekdikti. Jadi memang untuk mempermudah pengelolaan penelitian di seluruh Indonesia," ujar Kepala LPPM Ma Chung, Kestrilia Rega, Rabu (26/9/2018).

Dilanjutkan Kestrilia, beberapa sistem penelitian di antaranya Science and Technology Index (SINTA), Simlibtabmas, dan Arjuna. Selama ini, banyak sekali kendala yang dihadapi peneliti di lapangan

Dikatakannya, Simlibtabmas sendiri merupakan aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan penelitian dan pengabdian. Simlitabmas juga akan terus dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan bagi para dosen maupun peneliti.

Sedangkan SINTA merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagi peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek. Sedangkan Arjuna diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa. Di Arjuna, pengguna bisa mengakses ribuan jurnal yang bereputasi dunia dan nasional.

"Semuanya berbeda sesuai dengan kepentingannya. Sosialisasi ini juga diperuntukan untuk mengembangkan sistem informasi agar hasil penelitiannya bisa ke tingkat internasional," pungkasnya.

Kestrilia mengatakan, hasil penelitian yang dipublikasikan merupakan sebuah aset negara yang sangat penting. Menurutnya tingkat peradaban sebuah negara dapat dilihat dari jumlah publikasi yang dihasilkan.

"Sehingga tak dapat di pungkiri, kini setiap negara saling memperebutkan untuk mendapatkan peringkat tertinggi dalam publikasi internasional," jelasnya.

Jumlah penduduk di Indonesia relatif lebih banyak dari pada beberapa negara tetangga. namun kenyataannya, kini jumlah publikasi di negara Indonesia masih kalah dengan jumlah publikasi di beberapa negara tetangga.

"Menurut informasi dari ristekdikti bahwa salah satu penyebabnya adalah rendahnya publikasi global para peneliti tersebut," tutupnya.

Berdasarkan inilah maka untuk meningkatkan jumlah publikasi, pemerintah melalui Kemenristekdikti mendorong peningkatan jumlah penelitian.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved