Breaking News:

Sportarema

Arek Malang Hentikan Dominasi Pembalap Asing di International Tour de Banyuwangi Ijen 2018

Pembalap asal Malang, Jamalidin Novardianto, berhasil menghentikan dominasi pembalap asing di International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI)

Penulis: Haorrahman
Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Haorrahman
Pembalap asal Malang, Jamalidin Novardianto, berhasil menghentikan dominasi pembalap asing di International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) di Etape Kedua, Kamis (27/9/2018). 

Para ride melewati ruas-ruas jalan lintas kecamatan melalui kawasan perkotaan, perkebunan, persawahan, hingga pedesaan.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo menjelaskan bahwa pada etape 2 ini merupakan etape terpanjang ITdBI. Para pembalap akan melalui lintasan yang didominasi jalur flat.

"Berbeda dari etape satu yang menyajikan rute menanjak pada 10 KM terakhirnya, etape 2 ini hanya didominasi rute flat sehingga akan lebih ketat kompetisinya. Ini kesempatan bagi pembalap sprinter untuk mencuri poin,” ujar Guntur.

Diawali dari depan Stasiun Kalibaru, para pembalap memasuki area persawahan saat memasuki wilayah Kecamatan Tegalsari. Rider juga melintasi kelokan sungai-sungai di wilayah Kecamatan Bangorejo.

Melewati permukiman padat, pasar, perkebunan jati, karet dan tebu di Kecamatan Tegaldlimo. Selanjutnya, para rider melalui rute flat menuju finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

“Saat start dari Kalibaru, para pembalap bisa menikmati udara sejuk dan lansekap Gunung Raung saat melewati perkebunan kopi dan kakao,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat mberangkatkan peserta.

Stasiun Kalibaru merupakan salah satu stasiun tertua di Banyuwangi, dibangun sejak jaman penjajahan Belanda.

Kecamatan Kalibaru merupakan kecamatan di ujung barat kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini yang berada di bawah kaki Gunung Raung yang berhawa sejuk.

Kalibaru juga dikenal sebagai sentra kerajinan alat masak berbahan dasar aluminium dan stainless steel.

Beragam peralatan masak mulai dandang, wajan, panci, sutil, oven kue, kompor, hingga tudung saji diproduksi oleh warga di salah satu dusun yang dikenal dengan Desa Sayangan.

“Desa Sayangan ini unik karena hampir seluruh warganya berprofesi sebagai pengrajin alat masak dan sudah turun temurun hingga tiga generasi. Potensi inilah yang ingin kami kenalkan dalamnajang ITDBI ini,” kata Anas.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved