Selebrita
Begini Tindakan Ashanty Untuk Membalas Pelaku Teror Dupa & Kain Kafan, Ternyata Bukan Jalur Hukum
Ashanty akhirnya balas para pelaku teror kain kafan dan dupa di restorannya, bukan jalur hukum, ia memilih jalan lain untuk menghadapi pelaku
Penulis: Sarah Elnyora Rumaropen | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Ashanty akhirnya melakukan tindakan untuk membalas pelaku teror yang menaruh dupa dan kain kafan yang diduga untuk guna-guna bisnis rumah makannya.
Kejadian tersebut sudah dua kali menghampiri bisnis Ashanty yang memang terbilang sukses.
Rumah makan Ashanty bernama Dapur Asix, terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebelumnya santer pemberitaan kalau kejadian tak terduga terjadi , pada Jumat (7/9/2018) malam.
Saat ditemui di Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018), Ashanty menceritakan bagaimana ujung permasalahannya dengan para pelaku teror tersebut.
Ashanty juga menceritakan bahwa bukan saja benda aneh yang di taruh di rumah makannya, tapi oknum yang melakukan teror juga berbeda-beda.
Baca: Fakta yang Belum Terungkap di Balik Tewasnya Haringga Sirila, Mulai KTA Patah sampai Jak Lain
Baca: Emil Dardak Datang, Demo GTT Dan PTT Trenggalek Diwarnai Tangisan Keluh Kesah
Baca: Pantesan Ruben Onsu & Istri Indro Warkop Akrab, Ternyata Begini Cerita Kedekatan Mereka

"Kejadian kapan itu udah dua kali ya, yang pertama cowo badannya gemul matanya sipit itu yang naro dupa dan macem macem."
"Yang kedua itu bawa bawang putih tunggal dibungkus kain kafan, itu perempuan cantik," cerita Ashanty dikutip dari Grid.ID artikel berjudul 'Berniat Laporkan Pelaku Teror ke Polisi, Anang Hermansyah dan Ashanty Malah Diancam Balik' tayang (26/9/2018).
Ashanty lalu menjelaskan sedikit kronologi wanita cantik yang menaruh kain kafan tersebut.
“Orangnya cantik banget perawakannya. Cuma aku males lah terserah deh. Dia taruh (bawang dan kain kafan) di kasir, karyawan aku bilang, ‘ketinggalan nih’ terus dia nengok, bilang ‘taroh aja situ’,” kata Ashanty
Wanita berusia 33 tahun tersebut mengungkapkan bahwa sang suami, Anang Hermansyah, berniat melaporkan pelaku teror tersebut ke polisi.
Baca: Terungkap! Saksi Pernikahan Kriss Hatta dan Hilda Vitria Beberkan Fakta Baru Pernikahan Mereka
Baca: Tak Ada Keharmonisan Jadi Pemicu Amilton Silva Mundur dari Kursi Pelatih Persipura Jayapura
Baca: Demi Totalitas Perankan Suzzanna, Luna Maya Sampai Makan Melati
Akan tetapi, ketika berniat melaporkan, justru yang terjadi malah pelaku teror seperti menantang dengan datang kembali secara terang-terangan.
Hal ini membuat wanita kelahiran Jakarta tersebut khawatir untuk melaporkan para oknum yang diduga masih banyak.

"Yang aku bingung mereka menampakan diri, Mas Anang minta dilaporin tapi, nah mereka munculin wajah secara jelas dan nggak diem-diem."
"Kalo kita mau memperkarakan yang kaya gini terus yang diem-diem masih banyak dan nggak diketahui kita," ujar Ashanty.
Akhirnya Ashanty memutuskan untuk tidak menindaklanjuti kasus ini ke pihak berwajib.
Kendati merasakan banyak kejadian aneh setelah hari itu, Ashanty memilih untuk memperkuat kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Ada banyak banget kejadian-kejadian yang di luar nalar aku. Percaya gak percaya tapi ya sudahlah aku anggap kungkin aku harus lebih mendekatkan diri sama Allah,” ujar dia.
Baca: Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Mulai Kecelakaan Pasuruan, sampai 34 Motor Siswa Surabaya Terbakar
Baca: Ini Urutan Penghitungan Suara Pada Pemilu Serentak 2019, Hitung Suara Pilpres Didahulukan
Baca: Gelandang Arema FC, Hendro Siswanto Sebut Penghentian Liga 1 2018 Sudah Tepat
Istri Anang Hermansyah itu memilih untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, ia juga berupaya memperbaiki ibadah.
Ashanty juga sempat berkonsultasi dengan seorang ahli agama terkait kejadian aneh yang dialaminya.
“Akhirnya aku cerita sama orang yang ngerti. Orang yang ahli agama, mengerti Al-Quran. Gak mau lewat jalan yang aneh,” katanya.

Dari konsultasi tersebut, Ashanty diminta memaca sejumlah ayat Al-Quran. Ibu 2 anak itu memang enggan jika harus melakukan hal-hal yang berada di luar ajaran agama.
“Aku nggak mau sampai ngelakuin hal yang kayak gimana-gimana. Balas dengan doa saja. Kita sudah bikin pengajian. Berdoa bersama,” katanya.
Istri dari Anang Hermansyah tersebut optimis kejadian itu akan berhenti jika ia berserah kepada Yang Maha Kuasa.
"Aku udah lah nggak usah diperpanjang, Aku posting di sosmed agar dia tahu aku nggak perduli juga, karena aku punya Allah, dengan kita berpositif dan berdoa semoga nggak jadi," ungkap Ashanty.
Kronologi Teror Dupa & Kain Kafan
Kejadin Teror Dupa dan Kain Kafan yang terjadi di restoran Ashanty terjadi dalam dua waktu yang berbeda.
Awalnya restoran Ashanty mendapat teror dupa oleh orang tak dikenal.
Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu awalnya masuk ke kamar mandi restoran Dapur Asix.
Rupanya pelaku masuk kamar mandi bukan untuk buang air kecil, melainkan untuk menancapkan dupa.
Untungnya, hal tersebut langsung diketahui oleh salah satu pegawai Dapur Asix.
Kejadian tersebut diketahui dari cerita Ashanty melalui instagram Storiesnya @ashanty_ash.
Menurut pegawai tersebut, pelaku rupanya sudah ditegur oleh pegawai lain.
Namun bukannya memberi penjelasan, pelaku hanya tertawa-tawa saja ketika ditegur.
Pegawai tersebut segera memberitahu Ashanty melalui applikasi chat WhatsApp.
"Dapet info dari Ulya.”
“Tadi ada tamu yang bakar dupa, terus ditancepin di kamar mandi.”
“nggak ngerti maksudnya apa.”

“Dan sudah di tegor tamunya oleh Alfan,” kata pegawai Ashanty tersebut.
“Dan info dari abang gojek, katanya dupa itu bikin sial.”
“Dan orangnya pas ditegor malah ketawa-ketawa gitu.”
“Serem banget.”
Teror tak hanya berhenti sampai disitu saja.
Pegawai Ashanty yang lain mengaku mencium bau kemenyan di dekat locker pegawai.
“Saya ngerasa gitu, bun,” kata pegawai Ashanty melalui applikasi WhatsApp.
“Pas saya mau pulang di loker bau menyan.”
“Saya cari sumber baunya tapi nggak nemu.”
Ashanty lalu berusaha menenangkan pegawainya itu.
“Ga apa apa.”
“Ada Allah mbak,” kata Ashanty.
“Insyaallah kita dilindungi.”
“Untung ketahuan ya.”

Ashanty lalu menuliskan pesan untuk pelaku agar segera datang ke gerai Dapur Asix untuk menyelesaikan persoalan.
Pesan ini dituliskannya dalam instagram story.
“Namanya gituan, percaya nggak percaya.”
“Aku percaya Allah akan melindungi orang-orang yang benar.”
“Tapi orang-orang seperti kamu dan siapa yang menyuruh kamu perlu dicari.”
“Supaya sadar dan insyaf akan perbuatannya.”
“Apapun niat kamu, insyaallah akan berbalik ke kamu, saya percaya itu.”
“Kalau kamu baca ini, mending buruan ke @dapurasixmenteng.”
“Atau kita yang cari kamu,” tutup Ashanty.
Setelah Dupa, tak lama berselang.
Beberapa hari kemudian teror kembali mendatangi restoran Ashanty, yakni ditemukan kain kafan yang di dalamnya berisi bawang putih.
Melansir dari YouTube tayangan Insert pada (20/9), Ashanty menceritakan bahwa restoran miliknya kembali mendapatkan teror yang menyeramkan.
Saat itu ada pembeli seorang ibu ibu yang datang ke restorannya.

Setelah membeli, ibu tersebut meninggalkan sebuah bingkisan yang diletakkan di sebelah kasir.
Awalnya salah satu karyawan memanggil ibu tersebut untuk memberitahukan bahwa barangnya tertinggal.
Namun panggilan tersebut nampaknya tidak dihiarukan dan ibu tersebut berlalu begitu saja.
Beberapa saat kemudian, para karyawan membuka isi bungkusan tersebut.
Tak disangka, ternyata isi bungkusan tersebut sangat mengejutkan.
Bungkusan kain tersebut berisi bawang putih yang dibungkus dengan kain kafan.
Aurel yang saat itu berada di samping Ashanty mengaku ketakutan dan merinding.