Universitas Negeri Malang

Universitas Negeri Malang Jadi Tuan Rumah MoU 45 PT dengan Saudi Electronic University

Kampus di Jalan Cakrawala no 5, Lowokwaru Kota Malang itu menjalin sinergi dengan Universitas Elektronik Saudi.

Universitas Negeri Malang Jadi Tuan Rumah MoU 45 PT dengan Saudi Electronic University
benni indo
Suasana rapat kerjasama 45 PT se Indonesia dengan Saudi Electronic University di Universitas Negeri Malang, Jumat (28/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah kerjasama Saudi Electronic University dengan 45 perguruan tinggi se Indonesia, Jumat (28/9/2018).

Kampus di Jalan Cakrawala no 5, Lowokwaru Kota Malang itu menjalin sinergi dengan Universitas Elektronik Saudi/ UES (Saudi Electronic University/SEU). Penandatanganan berlangsung di ruang sidang Graha Rektorat UM lantai 9.

Ketua Ittihad Mudarrist al Lughah al Arabivah (IMLA) atau asosiasi pengajar bahasa Arab di Indonesia Prof Imam Asrori mengungkapkan, kerjasama program studi Bahasa Arab akan bisa mengembangkan pembelajaran berbasis online.

Selain itu, untuk meningkatkan mutu lulusan, program ini juga memberikan tes standar bahasa Arab yang mengacu standar Eropa.

“Jadi tesnya seperti toefl, terdiri dari 16 level, tiap kenaikan level akan ada tesnya. Nantinya mereka akan mendapatkan sertifikasi berstandar internasional pada setiap level,” jelas dosen bahasa arab UM tersebut. 

Program yang akan dihibahkan UES tersebut memiliki sejumlah kelebihan, yaitu program didesain untuk diterapkan secara online, terdiri atas 6 level utama, 16 sublevel berstandar Eropa (Common European Framework of References for Languages (CEFR)). Program itu memuat 796 video interaktif, 12.000 file mp3, dan 6.320 gambar pembelajaran, serta ribuan latihan praktis.

Untuk penerapan di UM sendiri, kata Imam rencananya paling lambat mahasiswa baru ajaran 2019 akan menjadi mata kuliah wajib di tahun pertama.

“Di sini ada matkul  bahasa arab intensif 20 SKS, nah semester pertama bisa disesuaikan dengan matkul ini. Bahkan kalau wifinya memadai, kurikulum bisa tetap berjalan dan program ini bisa jadi materi pengayaan. Paling lambat maba 2019 sudah diterapkan,” terangnya lagi.

Rektor UM, Prof Ahmad Rofiuddin menambahkan bahwa kegiatan ini sangat sesuai dengan program inovasi pembelajaran yang sedang digalakkan oleh UM. Laksana pepatah "pucuk dicinta ulam tiba". Program ini bermanfaat bagi UM pada umumnya dan bagi prodi pendidikan bahasa Arab khususnya.

“Program ini ikut menunjang peningkatan mutu lulusan pengembangan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iptek,” ujarnya.

Sebagai informasi, penandatangan MoA tersebut diikuti dengan pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan program. Kegiatan ini diikuti oleh 135 peserta yang merupakan delegasi dari 45 perguruan tinggi di Indonesia.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved