Malang Raya
Launching Dua Buku, Achmad Dhofir Zuhry Angkat Kehidupan Pesantren dengan Cara Berbeda
Gramedia Kota Malang menggelar launching buku berjudul Peradaban Sarung dan Kondom Gergaji
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Gramedia Kota Malang menggelar launching buku berjudul Peradaban Sarung dan Kondom Gergaji, Minggu (30/9/2018).
Dua buku tersebut merupakan karya penulis buku asal Kepanjen, Achmad Dhofir Zuhry.
Dua buku ini terlihat berbeda dengan buku-buku lain miliknya.
Melihat judulnya saja mungkin sudah membuat para pembaca sedikit terbelalak.
Namun, di balik judulnya yang sedikit berbeda tersebut, Achmad Dhofir Zuhry ingin menyampaikan beberapa hal yang kerap dianggap sebelah mata.
Achmad Dhofir mengatakan buku Peradaban Sarung menggambarkan kehidupan pesantren yang selama ini kerap termarjinalkan.
Sementara itu, bukun Kondom Gergaji merupakan buku yang berisi kritik sosial mengenai kehidupan manusia saat ini.
“Saat ini manusia hidup di era media sosial. Kondisi tersebut kerap membuat manusia kehilangan akal sehatnya.”
“Melalui buku ini, kami mencoba untuk memberi suguhan berbeda agar manusia tetap bisa menjaga kewarasanya di tengah kondisi seperti sekarang ini,” terang Dhofir kepada SURYAMALANG.COM di toko buku Gramedia, Minggu (30/9/2018).
Selain kritik sosial dan kehidupan pesantren, Dhofir ingin menyampaikan hal yang berbeda, terutama terkait banyaknya masyarakat yang belum bisa memfilter informasi.
Apalagi semakin bebasnya media sosial menyebabkan banyak orang terbawa arus informasi yang kadang menjadikan kehidupan semakin kacau.
“Melalui buku ini, saya ingin memberi perspektif berbeda agar orang-orang masih bisa menjaga kewarasanya.”
“Kondom di sini memiliki makna menyelamatkan dari muntahan hal yang tidak baik dalam kehidupan,” tambahnya.
Launching tersebut juga dihadirkan beberapa narasumber, seperti akademisi dari STF Alfarabi, Kepanjen, Habiburrahman.
Habiburrachman menilai dua buku tersebut sangat menarik untuk dibaca.
Meskipun banyak menghadirkan kritik sosial dalam kehidupan, penulis juga menyampaikanya dengan bahasa sederhana.
Hal itu menjadi lebih mudah untuk dipahami.
“Ada banyak perbedaan mendasar antara buku ini dan buku-buku lain yang ada di pasaran.”
“Terutama perbedaan dari bahan dasar untuk menulis buku ini.”
“Ada kalanya pembaca akan dilempar pada pemahaman yang cukup dalam terhadap kehidupan manusia.”
“Bagi saya, hal ini yang membedakan dengan buku lain,” kata Habiburrahman.
Sementara itu Pimpinan Toko Buku Gramedia Basuki Rahmat, Agus Wibowo menilai buku Peradaban Sarung dan Kondom Gergaji ini sangat inspiratif.
Sebab, isinya banyak menceritakan kehidupan sosial bermasyarakat saat ini serta kehidupan kaum santri yang kerap terpinggirkan.
“Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami. Jadi saya rasa buku ini sangat menginspirasi,” tandasnya.