Breaking News:

Lamongan

Sopir Dump Truck Penyebab Kecelakaan Maut Di Lamongan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Selain menetapkan sopir dump truk sebagai tersangka, polisi memastikan penyebab kecelakaan karena rem blong saat melintas di jalan menurun

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/Hanif Manshuri
Satlantas Polres Lamongan melakukan olah TKP Kecelakaan dump truk rem blong hingga menewaskan seorang pengendara motor, Senin (1/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Upaya Polisi olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi
terkait kecelakaan maut yang terjadi di depan Pasar Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang pada Sabtu lalu (28/9/2018) akhirnya menyeret Suyanto (31) warga Ngawi pengemudi dump truk sebagai tersangka.

"Polisi sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka untuk kecelakaan maut yang terjadi di ruas jalan Babat - Jombang," kata Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Argya Satria Bhawana, Senin (01/10/2018).

Dijelaskan Agya, selain menetapkan sang sopir sebagai tersangka, polisi mendapati kepastian penyebab awal kecelakaan ini karena rem blong saat melintas di jalan turunan.

Penetapan status tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan juga olah TKP atas kecelakaan maut tersebut. Dimana ada kelalaian yang mencolok sampai rem blong tidak terdeteksi sejak awal.

Dan itu bisa dikaitkan dengan temuan polisi yang mendapati data surat uji kir dump truck sudah mati. Selain olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda bekas pengereman.

Dari keterangan awal sejumlah saksi dan juga dari keterangan tersangka, lanjut Argya, memang diduga penyebab kecelakaan adalah karena rem dump truk yang blong.

Argya menambahkan, Senin hari ini pihaknya berkirim surat ke Dinas Perhubungan untuk memastikan surat uji kir kendaraan dan meminta keterangan dari saksi ahli yang ada di Dinas Perhubungan.
"Hari ini surat dikirim ke Dinas Perhubungan untuk mengetahui uji kir kendaraan," katanya.

Selain akan meminta pertanggungjawaban dari sopir, menurut Argya, pihaknya juga akan meminta pertanggungjawaban dari perusahaan pemilik truk.

Ada dugaan kelalaian pihak perusahaan sampai tidak menguji kir dump truck yang dioperasionalkan.
Kalau dilakukan uji kir berkala tentu akan diketahui sejak dini adanya kekurangan serta yang harus dinormalkan.
"Jika diuji kir dan ada yang tidak normal tentu tidak bisa dikir," katanya.

Deberitakan sebelumnya, Sabtu (28/9/2018) siang, kecelakaan maut terjadi di wilayah Kecamatan Ngimbang, tepatnya di depan Pasar Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang. Satu orang korban meninggal di lokasi kejadian dan sejumlah korban lainnya luka. Kejadian ini bermula ketika Truk Tronton bernopol B 9679 PYX bermuatan bahan baku gula melaju dari arah utara Babat ke Jombang.

Saat itu, truk yang dikendarai Suyanto (31) warga Ngawi, melintasi jalan turunan yang cukup curam dengan kecepatan tinggi. Diduga karena rem blong, sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

Menabrak pengendara sepeda moto, hingga satu korban meninggal setelah terlempar sampai 4 meter ke tengah jalan dan terlindas truk. Lalu truk oleng dan menabrak kendaraan lainnya, yaitu motor dan mobil serta berhenti setelah menabrak mobil Panther dan Datsun yang melaju dari arah berlawanan.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved