Breaking News:

Lamongan

Tanpa Memakai Alas Kaki, Ratusan Pendekar Silat Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Di Lamongan

Meski bertelanjang kaki dan berseragam pendekar, kekhidmatan pesilat tidak kalah dengan barisan berseragam rapi dan bersepatu dalam Upacara

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/Hanif Manshuri
Para pendekar silat tanpa alas kaki menjadi peserta upacara pada Hari Kesaktian Pancasila di Lamongan, Senin (01/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Tidak seperti biasa, peserta upacara dengan berseragam pendekar tanpa mengenakan alas kaki. Hal itu dilakukan dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Choirul Huda Lamongan, Senin (01/10/2018).

Meski bertelanjang kaki dan berseragam pendekar, kekhidmatan mereka tidak kalah dengan barisan peleton lainnya yang berseragam rapi dan bersepatu.

Barisan tanpa alas kaki merupakan barisan peserta upacara dari Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Lamongan yang terdiri dari para pendekar sejumlah perguruan silat. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lamongan.

"Kita anggota pesilat juga seharusnya menjadi warga yang bisa menghargai para pahlawan dalam perjuangan bangsa," kata seorang pesilat.

Para pendekar ini bahkan nampak semangat dan bangga bisa menjadi bagian sebagai peserta upacara.

Momen ini sebelumnya tidak pernah mereka rasakan. Kebersamaan mereka sebagai peserta upacara adalah bagian dari anak bangsa yang ingin mengisi hasil kemerdekaan.

Sementara Bupati Fadeli bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan Ketua DPRD Debby Kurniawan membacakan Naskah Ikrar.

Naskah Ikrar tersebut berisi kebulatan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembacaan ikrar diawali dengan narasi bahwa sejak awal kemerdekaan telah terjadi rongrongan terhadap NKRI, baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Debby,  rongrongan tersebut dimungkinkan terjadi karena kelengahan dan kekurang waspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi Negara.

“Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI, “ tutur Debby.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved