Universitas Negeri Malang

Mahasiswa Demo Dukung Jaksa Agar Usut Tuntas Skandal Lab MIPA Universitas Negeri Malang

Mereka melakukan aksi damai menuntut agar kasus korupsi pengadaan alat Lab Fakultas MIPA UM diusut tuntas.

Mahasiswa Demo Dukung Jaksa Agar Usut Tuntas Skandal Lab MIPA Universitas Negeri Malang
benni indo
Kasi Intel Kejari Kota Malang Reza Prasetyo. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melakukan aksi damai di depan kantor Kejari Kota Malang, Rabu (3/10/2018). Mereka melakukan aksi damai menuntut agar kasus korupsi pengadaan alat Lab Fakultas MIPA UM diusut tuntas.

Mahasiswa yang menamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa itu ditemui Kajari Kota Malang Amran Lakoni di ruangan kerjanya. Dalam pertemuan itu, Kajari menyarankan agar mahasiswa mengirim surat ke Kejati.

"Penanganan kasus ini awalnya di Kejati. TKP di lokasi kita, ya kita eksekusi," ujar Amran, Rabu (3/10/2018).

Kejari Kota Malang hanya sebagai eksekutor. Riky mengatakan, mahasiwa berharap kasus segera bisa dituntaskan dan para aktor bisa diadili.

"Kami ingin permasalahan ini diselesaikan. Kejari juga siap membantu kami menghubungkan ke Kejati di Surabaya," ujar Riky, Rabu (3/10/2018).

Mahasiswa juga mendorong agar Kejari Kota Malang tetap lurus mengusut kasus ini. Bahkan Riky mengucapkan terima kasih ke Kejari Kota Malang karena upaya Kejari Kota Malang untuk menjalankan tugas sejalan dengan keinginan mahasiswa.

Mahasiswa juga meminta agar pengusutan itu bisa menemukan siapa yang mendapat aliran uang lebih banyak. Kendati mengetahui sekilas terkait adanya dugaan aliran dana, namun Riky tidak ingin berspekulasi dengan cara menyebutkan nama pihak-pihak yang menerima aliran dana.

"Dugaan kita ke mana tidak bisa saya sebutkan. Namun yang pasti, siapapun yang bersalah harus ditindak," katanya.

Riky juga membantah kalau aksi puluhan mahasiswa di Kejari Kota Malang ditunggangi kepentingan politik. Ia menegaskan kalau aksi itu murni sebagai suara mahasiswa yang menuntut agar kasus korupsi di UM bisa dituntaskan.

"Ada dualisme di mahasiswa. Ada yang mengira kami ini ditunggangi kepentingan politik, tapi saya tegaskan itu tidak benar. Ini real suara mahasiswa," tegasnya.

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Rakhmat Wahyu mengatakan sejauh ini Kejari Kota Malang masih mencari keberadaan Sutoyo yang telah menjadi DPO. Pencarian Sutoyo dilakukan karena yang bersangkutan tidak bisa ditemui di rumah dan tempat kerjanya.

"Kalau ada info keberadaan Sutoyo, segera kabari kami. Segera kami tangkap," ujarnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved