Breaking News:

Lamongan

PDAM Lamongan NaikkanTarif Air Mulai Oktober, Setelah Lima Tahun Tak Ada Penyesuaian

Penyesuaian tarif baru PDAM tersebut sesuai dengan petunjuk dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Inonesia Nomor 70 Tahun 2016

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/Hanif Manshuri
Didampingi jajaran direksi, Direktur PDAM Lamongan Ali Mahfudi saat menggelar jumpa pers terkait rencana kenaikan tarif baru PDAM, Rabu (3/10/2018) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lamongan berencana melakukan penyesuaian tarif air. Penyesuaian tarif tersebut rata-rata akan mencapai kisaran 30 persen dari tarif sebelumnya.

Direktur PDAM Kabupaten Lamongan, Ali Mahfudi menjelaskan, penyesuaian tarif baru PDAM tersebut sesuai dengan petunjuk dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Inonesia Nomor 70 Tahun 2016, tentang pedoman pemberian subsidi dari pemerintah daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah penyelenggara PDAM

"Tarif selama ini (0 hingga 10 m3) Rp 39 ribu akan menjadi Rp 46,5 ribu meter kubik," kata Ali

Dasar lain yang jadi acuan PDAM, menurut Ali, Permendagri Nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum.

Sejumlah faktor yang melatarbelakangi penyesuain tarif pertama, karena tarif PDAM Lamongan sudah tidak melakukan penyesuain tarif selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2013. Dan penyesuaian tarif PDAM ini dilatarbelakangi, karena tarif PDAM yang berlaku pada saat ini tarif itu berdasar ketentuan Bupati no 12 tahun 2013.

"Bisa dihitung hampir 5 tahun PDAM belum menyesuaikan tarif," katanya.

Rencana kenaikan tarif itu kemungkinan akan mulai dilakukan pada bulan Oktober yang harus dibayar bulan Nopember mendatang. PDAM mempunyai skenario ingin membuat rencana bisnis PDAM di tahun 2018 hingga 2023.

"Dalam rangka pemenuhan bisnis plan PDAM, kita mempunyai business plan 2018-2023 maka segera dipenuhi dengan media sarana yang ada," ungkapnya.

Selain itu, Ali menuturkan, pihaknya dalam melakukan penyesuaian tarif tersebut setelah mendapatkan saran dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Jawa Timur tentang evaluasi kinerja PDAM Lamongan pada tahun 2017.

BPKP menyarankan agar PDAM Lamongan segera melakukan penyesuaian tarif.  Ini setelah PDAM kabupaten tetangga sudah melaksanakan penyesuaian tarif, diantaranya PDAM Bojonegoro, PDAM Tuban, PDAM Gresik dan PDAM Mojokerto.

Sebelum menyesuaikan tarif, tambah Ali, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terkait penyesuaian tarif kepada FKP (Forum Komunikasi Pelanggan) PDAM Lamongan. Prinsipnya dari FKP menyetujui itu karena memang cukup lama PDAM belum ada penyesuaian tarif sudah lima tahun.

Penyesuaian tarif, imbuh Ali, selain untuk mengembangkan pelayanan kepada masyarakat, juga karena air merupakan kebutuhan pokok masyarakat apalagi di musim kemarau seperti ini sehingga harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved