Tulungagung

64 Peserta Ikuti Ujian Profesi oleh Perhimpunan Advokat di Kota Malang

Perhimpunan Adbokat Indonesia (Peradi) Malang yang dipimpin Yayan Riyanto menyelenggarakan ujian profesi advokat (UPA).

64 Peserta Ikuti Ujian Profesi oleh Perhimpunan Advokat di Kota Malang
benni indo
DPC Peradi Malang yang dipimpin Yayan Riyanto menyelenggarakan ujian profesi advokat (UPA), Sabtu (6/10/2018). Ada 64 peserta yang turut serta ikut ujian di Hotel Pelangi, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Malang yang dipimpin Yayan Riyanto menyelenggarakan ujian profesi advokat (UPA), Sabtu (6/10/2018).

Ada 64 peserta yang turut serta ikut ujian di Hotel Pelangim, Kota Malang. Ujian ini sangat ketat dan diawasi langsung oleh panitia UPA DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Peradi.

Yayan mengatakan, menjadi seorang advokat tidaklah mudah saat ini. Harus benar-benar mengerti hukum dan profesional dalam beracara, handal dan memiliki integritas tinggi.

"Oleh karena itu untuk menjadi advokat harus terseleksi dengan betul agar tidak menjadi pengacara karbitan yang hanya memiliki kartu praktik namun tidak bisa berpraktek," ujarnya, Sabtu (6/10/2018).

Oleh karena itu calon pengacara diwajibkan mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Provesi Advokat), UPA (Ujian Profesi Advokat), dan magang selama 2 tahun di kantor advokat yang sudah ditunjuk. Bahkan walaupun sudah mengkuti sumpah advokat, pengacara juga harus tetap mengikuti pendidikan berkelanjutan agar benar-benar profesional dalam menjalankan profesinya.

“Kami dari Peradi Dr Luhut MP Pangaribuan SH LMM, selalu mengutamakan kualitas advokat," tegasnya.

Yayan menegaskan, ketatnya seleksi agar profesi advokat tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Menurutnya, kualitas memang penting untuk menjadi advokat, namun lebih penting adalah profesional.

"Saat ini ada 64 peserta, ujiannya ada 120 soal. Kelulusannya minimal 70 . Kalau nilainya dibawah 70 maka tidak lulus," paparnya.

Ia berhatap, ujian itu bisa mencetak advokat yang profesional. Lamria Siagian, wakil Sekjen DPN Peradi menyarankan agar DPC terus melakukan pendidikan berkelanjutan kepada advokat.

“Kegiatan pendidika berkelanjutam dalam rangka meningkatkan kualitas advokat itu sendiri. Hal itu bisa dilakukan oleh DPC Peradi Malang untuk meningkatkan keahlian,” ujar Lamria

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved