Lamongan

Dosen Universitas Brawijaya Ungkap Fakta Baru Tentang Sejarah Lamongan

Dosen Universitas Brawijaya, Agus Sunyoto mengungkap fakta lain terkait sejarah Lamongan

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Dosen Universitas Brawijaya (UB), Agus Sunyoto mengungkap fakta lain terkait sejarah Lamongan saat menjadi narasumber di Sarasehan Budaya dan Ekspedisi Gajah Mada di Desa Banjarwati, Paciran, Lamongan, Minggu  (7/10/2018) malam.

Menurutnya, usia Lamongan lebih tua dari yang diyakini selama ini.

Pria yang juga Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) tersebut mengungkapkan nama Lamongan sudah ada sebelum 1559.

Selama ini tahun 1559 ini dijadikan tonggak berdirinya Kabupaten Lamongan.

Hal itu berdasar prosesi wisuda Ronggo Hadi sebagai Adipati Lamongan oleh Sunan Giri IV.

Sedangkan Agus Sunyoto mendasarkan analisisnya pada Babad Gresik dalam Serat Kekancingan Kyayi Toemenggoeng Poesponegoro.

Dalam naskah tersebut disebutkan bahwa Sunan Dalem atau Sunan Giri II mengirim Panji Laras dan Panji Liris bersama sejumlah pasukan ke Lamongan untuk bertempur dengan Pasukan Adipati Sengguruh yang akan menggempur Giri.

Menanggapi hal itu, Bupati Lamongan, Fadeli mengatakan harus ada sarasehan tersendiri terkait sejarah Lamongan.

“Bukan berarti kami ingin mengatakan bahwa penetapan 26 Mei 1569 sebagai hari lahir Lamongan itu keliru,” kata Fadeli.

Namun bila ada fakta sejarah lain yang didukung bukti kuat, perlu ada pelurusan sejarah.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved