Tulungagung

Sempat 12 Tahun Hilang Dicuri, Watu Joli Gua Tritis Diserahkan Ke Museum Wajakensis

Terlihat sebuah simbol Surya Majapahit. Lambang Surya Majapahit menegaskan batu itu adalah benda cagar budaya di era Kerajaan Majapahit

Sempat 12 Tahun Hilang Dicuri, Watu Joli Gua Tritis Diserahkan Ke Museum Wajakensis
surya malang/David Yohanes
Watu joli Gua Tritis yang 12 tahun hilang dicuri. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG  - Jika diamati sekilas, tidak ada yang istimewa dari sebuah batu koleksi Museum Wajakensis Tulungagung yang berbentuk kotak dengan penutup di atasnya.

Namun, saat dilihat dari atas, terlihat sebuah simbol Surya Majapahit. Lambang Surya Majapahit menegaskan batu itu adalah benda cagar budaya di era Kerajaan Majapahit.

Batu kotak dengan lubang di tengahnya ini adalah watu joli. Fungsinya untuk menyimpan abu jenazah dan berasal dari Gua Tritis di Gunung Budhek Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

Benda purbakala ini telah dicuri sejak Februari 2006 silam dan dilaporkan ke Polisi, Mei 2012 benda ini berhasil ditemukan.

Bahkan ketika itu polisi menangkap empat orang, yang diduga sebagai pencuri benda bersejarah ini. Namun selama enam tahun proses hukum mandek.

Empat terduga pencuri ini dilepas oleh polisi. Sementara watu joli Gua Tritis ini masih disimpan di Polsek Campurdarat.

Kapolsek Campurdarat, AKP I Nengah Suteja membenarkan, watu joli Gua Tritis diserahkan ke Museum Wajakensis.

Menurutnya proses hukum telah dihentikan, karena tidak cukup untuk membuktikan pencurian.

“Sudah selesai, artinya tidak bisa diperoses karena sudah 10 tahun. Karena untuk keamanannya maka diserahkan ke museum,” terang Suteja.

Lanjutnya, selama ini watu joli Gua Tritis berada di Mapolsek Campurdarat. Namun karena benda ini termasuk cagar budaya, maka dibutuhkan perawatan khusus.

Karena itu pihaknya menyerahkan ke museum agar lebih terjamin dari sisi perawatan dan pengamannya.

“Kami kan bukan ahlinya. Bagaimana merawatnya, pihak museum yang lebih tepat,” ujar Suteja.

Pengelola Museum Wajakensis, Hariyadi mengakui telah menerima penyerahan watu joli Gua Tritis.

Batu dengan nilai sejarah tinggi ini diserahkan polisi pada 26 September lalu. Namun Agus mengaku tidak tahu proses hukumnya.

“Kalau kami sekedar menerima dan merawat benda purbakala ini. Proses hukumnya seperti apa kepolisian yang tahu,” ujar Hariyadi. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved