Tulungagung

Watu Joli Gunung Gudheg Sempat Disimpan Di Ponpes, Perkara Pencurian Tidak Jelas

Pelaku mengakui telah mencuri watu joli Gua Tritis. Namun pelaku membantah watu joli itu akan dijual.

Watu Joli Gunung Gudheg Sempat Disimpan Di Ponpes, Perkara Pencurian Tidak Jelas
surya malang/David Yohanes
Watu joli Gua Tritis yang diserahkan ke Museum Wajakensis Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG  - Watu joli Gua Tritis di Gunung Budheg Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung yang 12 tahun hilang sudah diserahkan ke Museum Wajakensis.

Tempat penyimpanan abu ini dicuri pada tahun 2006. Tahun 2012 polisi sempat menangkap empat orang pelaku pencurian. Mereka adalah seorang pimpinan pondok pesantren dan tiga santrinya.

Polisi bahkan sudah menetapkan tersangka dan menahan empat orang terduga ini. Namun polisi tiba-tiba melepas para terduga dengan alasan ada kesalahan.

Kasus pencurian ini menggantung, padahal barang bukti sudah terlanjur disita polisi dari rumah salah satu terduga. Selama proses hukum yang tidak pernah ada kepastian, watu joli disimpan di Mapolsek Campurdarat.

Namun informasi yang didapat dari “orang lama” di Polres Tulungagung, ada orang kuat di belakang para terduga pelaku. Sebelum mereka dilepas, datang sejumlah pengacara dari Jakarta ke Mapolres Tulungagung.

“Intinya waktu itu ada orang kuat yang membebaskan mereka. Pengacaranya juga bukan main-main, mereka dari Jakarta,” ungkap sumber ini, Senin (8/10/2018).

Pada saat penangkapan, sejumlah jurnalis juga sempat berbincang dengan para terduga pelaku. Mereka mengakui telah mencuri watu joli Gua Tritis. Namun mereka membantah watu joli itu akan dijual.

Benda purbakala bernilai sejarah tinggi ini hanya disimpan di belakang rumah pimpinan pondok pesantren. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved