Tulungagung

Polisi Masih Mengejar Penyerang Desa Suruhan Lor Tulungagung, Lebih 20 Saksi Diperiksa

Sudah ada sejumlah nama potensial yang dikantongi. Mereka berpotensi ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa anarkis tersebut

Polisi Masih Mengejar Penyerang Desa Suruhan Lor Tulungagung, Lebih 20 Saksi Diperiksa
IST
Rumah dan motor warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung yang dirusak massa. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung telah memeriksa lebih dari 20 orang saksi terkait penyerangan Desa Suruhan Lor Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung, Minggu (7/10/2018) dini hari lalu.

Saksi yang diperiksa berasal dari perguruan silat, warga dan korban. Sementara sejumlah pihak juga diagendakan diperiksa, termasuk penyelenggara kegiatan dan peserta kegiatan dari luar kota.

"Yang dari luar kota sudah kami agendakan besok diperiksa," ujar Waka Polres Tulungagung, Kompol Andik Gunawan, Selasa (9/10/2018).

Selain itu ada sejumlah nama potensial yang dikantongi. Mereka berpotensi ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa anarkis tersebut.

"Sudah mengerucut ke beberapa nama, sekarang buser sudah bergerak ke lapangan," tegas Andik.

Sementara Polres Tulungagung bersama Forkopimda terus menggalang pertemuan dengan perguruan silat. Diharapkan ada rumusan kesepakatan bersama antar perguruan silat, yang mengakhiri permusuhan di antara mereka.

Selama ini wilayah Kecamatan Bandung juga menjadi perhatian khusus, karena kerap menjadi korban sengketa antar perguruan silat.

Menurut Andik, Kecamatan Bandung adalah wilayah persimpangan dari berbagai daerah. Sehingga setiap kali ada kegiatan perguruan silat, wilayah ini selalu dilewati.

"Masyarakat Bandung juga sudah jenuh dengan kekerasan yang selalu terjadi. Karena itu harus ada perubahan sikap dari perguruan silat," tandas Andik.

Ribuan pendekar silat menyerang Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung pada Minggu (7/10/2018) dini hari. Mereka baru saja melakukan kegiatan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Para pendekar silat ini berasal dari Kecamatan Watulimo Trenggalek, Blitar, Kediri dan lokal Tulungagung.

Akibat penyerangan ini ada 12 rumah warga yang rusak. Selain itu ada delapan motor yang dirusak dan dibakar. Sebuah mushola juga ikut menjadi korban penyerangan massa. Tiga orang juga menjadi korban, satu di antaranya sempat koma.

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved