Tulungagung

Meski Musim Kemarau, Ada 234 Kasus Demam Berdarah Di Tulungagung

Sebenarnya Tulungagung masih mengalami musim kemarau. Secara alamiah sebenarnya nyamuk demam berdarah belum berkembang biak

Meski Musim Kemarau, Ada 234 Kasus Demam Berdarah Di Tulungagung
surya malang/David Yohanes
Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan di Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Meski musim kemarau, wabah penyakit demam berdarah di wilayah Kabupaten Tulungagung terus mengancam. Hingga bulan September 2018 terdapat 234 pasien di seluruh Tulungagung.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Didik Eka mengatakan, dari jumlah itu mayoritas di wilayah perkotaan.

"Paling banyak di Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru dan Boyolangu," kata Didik, Rabu (10/10/2018).

Dari 234 pasien DB, empat di antaranya meninggal dunia. Jumlah kasus ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2017. Tahun lalu ada 200 pasien dengan tiga pasien meninggal dunia.

Ungkap Didik, sebenarnya Tulungagung masih mengalami musim kemarau. Secara alamiah sebenarnya nyamuk demam berdarah belum berkembang biak, karena belum ada genangan air.

"Kasus DB ini terkait dengan mobilitas penduduk, bukan sekedar masalah perkembangbiakan aedes aegypti," tambah Didik.

Masa inkubasi virus demam berdarah antara 4 hari hingga 7 hari. Dari kasus di Tulungagung, dipicu oleh kedatangan warga dari luar kota dan luar negeri.

Didik mencontohkan, ada mahasiswa yang baru datang dari Thailand dan diduga sudah digigit nyamuk saat di Thailand. Kemudian saat di Tulungagung mahasiswa ini jatuh sakit terserang DB. Dari satu orang, penyakit ini menular ke orang lain.

"Orang yang terserang DB bisa menularkan penyakitnya lewat nyamuk sebagai vektor," tutur Didik.

Jumlah pasien DB yang ditoleransi sebanyak 50 pasien per 100.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.000.000 orang di Kabupaten Tulungagung, maka jumlah maksimal pasien DB yang ditoleransi sebanyak 500 orang.

"Kalau dari jumlah pasien masih di batas batas yang ditetapkan secara nasional," ucapnya.

Untuk mencegah penularan yang lebih luas, Dinkes aktif menganalisa wilayah-wilayah dengan pasien DB. Jika terjadi penularan maka akan dilakukan pengasapan.

Lebih jauh Didik mengingatkan masyarakat, untuk mewaspadai musim hujan yang sebentar lagi datang. Sebab turunnya hujan turut menciptakan tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah.

"Nyamuk ini menggigit pukul 06.00 sampai pukul 11.00, kemudian pukul 15.00 sampai pukul 18.00 WIB," pungkas Didik. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved