Breaking News:

Surabaya

Pengusaha dan Pegawai BUMN Pernah Pesta Seks Swinger Suami-Istri di Surabaya

Suami-istri Eko Hardianto (31) asal Surabaya dan DW (25) asal Blitar digerebek di hotel Surabaya saat pesta seks bersama dua pasutri lain.

Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Anggota Unit III Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar kasus kejahatan prostitusi online Swinger dan Threesome di Surabaya.

Pelakunya adalah suami-istri Eko Hardianto (31) warga Surabaya dan DW (25) warga Blitar. Mereka digerebek di sebuah hotel di Surabaya saat pesta seks bersama dua Pasutri asal Sidoarjo.

Eko telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti menjadi otak kejahatan asusila ini. Dia menyediakan, memfasilitasi dan mendapat keuntungan dari prostitusi swinger tersebut.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana menjelaskan, tersangka dan pelaku lainnya mempunyai kecenderungan perilaku seks menyimpang yang disebarluaskan melalui media sosial Twitter.

"Latar belakang Kejahatan prostitusi ini yaitu fantasi seksual dan ekonomi," ujarnya bersama
Waditreskrimum, AKBP Juda Nusa Putra di Mapolda Jatim, Rabu (10/10/2018).

Festo mengatakan untuk menjerat sesama perilaku seks menyimpang tersangka mempromosikan layanan prostitusi di akun media sosial Twitter pada 2015.

Tersangka menerima tawaran pesta seks hingga ke luar kota.

"Tersangka melakukan hal itu (swinger dan threesome) bersama pelanggannya di rumah kos, hotel di daerah Surabaya, Malang, Blitar dan sekitarnya," ungkap alumni Akpol 2000 ini.

SWINGER - Eko Hardianto (31), warga Surabaya yang mengajak istrinya, DW (25) asal Blitar untuk mesum bersama dua pasutri asal Sidoarjo.
SWINGER - Eko Hardianto (31), warga Surabaya yang mengajak istrinya, DW (25) asal Blitar untuk mesum bersama dua pasutri asal Sidoarjo. (mohammad romadoni)

Dia menjelaskan, pelanggannya mulai dari pengusaha, pekerja swasta hingga pegawai salah satu BUMN.

Mirisnya, tersangka juga mengajak istrinya yang hamil delapan bulan untuk ikut serta saat melakukan prostitusi swinger dan threesome bersama Pasutri lainnya.

"Tersangka membatasi pelanggannya umur 22 tahun hingga 35 tahun," jelasnya.

Masih kata Festo, anggota masih terus berupaya memburu pemilik akun media sosial yang menawarkan layanan prostitusi. Pihaknya menduga kelompok penyimpangan seksual ini berpotensi masih banyak bertebaran di dunia maya.

"Kami akan optimalkan Cyber Patrol untuk menjaga Jatim terbebas dari akun media sosial penebar layanan prostitusi," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved