Blitar

Soal Aset SMAN 1 Kota Blitar, Cabang Dinas Pendidikan Tunggu Surat Gubernur Jatim

Dinas Pendidikan Provinsi Jatim langsung melaporkan masalah itu ke Gubernur yang akan berkirim surat ke Wali Kota Blitar.

Soal Aset SMAN 1 Kota Blitar, Cabang Dinas Pendidikan Tunggu Surat Gubernur Jatim
surya malang/Samsul Hadi
Pengendara melintas di depan kantor Dinas Pendidikan Kota Blitar, Rabu (10/10/2018). Aset tanah untuk gedung Dinas Pendidikan Kota Blitar sebenarnya juga masuk aset SMAN 1. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar terus berupaya meminta kembali aset tanah berupa lapangan dan aula di SMAN 1 Kota Blitar agar tetap dikelola sekolah. Cabang dinas sudah mengadukan masalah itu ke Gubernur Jatim.

"Gubernur akan mengirim surat ke Wali Kota Blitar terkait masalah aset di SMAN 1. Kami menunggu hasil surat dari Gubernur," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Suhartono, Rabu (10/10/2018).

Suhartono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim terkait masalah aset di SMAN 1. Dinas Pendidikan Provinsi Jatim langsung melaporkan masalah itu ke Gubernur. Sebagai tindak lanjutnya, Gubernur akan berkirim surat ke Wali Kota Blitar.

Dikatakannya, sampai sekarang pihak SMAN 1 juga masih memegang data soal pengelolaan aset itu. Sesuai data yang dipegang sekolah menyebutkan aset tanah untuk SMAN 1 seluas 58.900 meter persegi. Sertifikat atas aset tanah itu milik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ketika ada otonomi daerah aset itu diserahkan ke Pemkot Blitar pada 2001. Aset tanah seluas itu termasuk gedung sekolah, lapangan, aula, dan gedung Dinas Pendidikan Kota Blitar. Gedung Dinas Pendidikan Kota Blitar sebenarnya juga meminjam aset tanah milik SMAN 1.

Ketika pengelolaan SMA kembali diambilalih provinsi, seharusnya Pemkot Blitar kembali menyerahkan aset tanah sesuai semula. "Karena aset tanah itu sertifikatnya satu. Kok tiba-tiba ada pemecahan sertifikat. Logikanya, ketika ada pemecahan sertifikat kedua belah pihak harus mengetahui," kata Suhartono.

Keberadaan aset tanah itu penting untuk menunjang proses belajar mengajar siswa SMAN 1. Selain itu, berkurangnya aset tanah dapat mempengaruhi akreditasi SMAN 1. "Kami berharap Pemkot Blitar legowo mau menyerahkan aset itu ke SMAN 1. Ini juga untuk kepentingan pendidikan di Kota Blitar. Kalau SMAN 1 berprestasi yang dapat nama juga Kota Blitar," katanya.

Sampai sekarang, kata Suharyono, pihak sekolah tetap memanfaatkan aset itu untuk kegiatan belajar mengajar. Sebenarnya, pihak sekolah sempat mendapat surat pemberitahuan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar terkait penggunaan aset di SMAN 1. Dalam surat itu, Dinas Pendidikan Kota Blitar meminta sekolah mengosongkan aset yang dikelola Pemkot Blitar.

"Kami tidak menanggapi surat dari Dinas Pendidikan Kota Blitar. Kalau kami tanggapi itu sama dengan kami membenarkan aset itu dikelola Pemkot. Makanya, sampai sekarang sekolah tetap memanfaatkan aset itu untuk belajar," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pengambilalihan pengelolaan SMAN 1 Kota Blitar oleh Pemprov Jatim masih menyisakan masalah. Terjadi tarik ulur antara Pemkot Blitar dan Pemprov Jatim terkait pengelolaan aset tanah untuk sarana belajar dan mengajar siswa di SMAN 1 Kota Blitar.

Sesuai perubahan Berita Acara Serah Terima (BAST) Personil, Sarana dan Prasarana dan Dokumen Bidang Pendidikan dari Pemkot Blitar menyebutkan aset tanah yang diserahkan ke provinsi hanya aset tanah gedung SMAN 1. Sedangkan, aset tanah untuk lapangan, aula, dan kantor dinas pendidikan di SMAN 1 dikelola oleh Pemkot Blitar.

Dalam perubahan BAST itu juga disebutkan telah dilakukan pemecahan bidang tanah sejumlah aset itu. Rinciannya, lapangan seluas 16.493 meter persegi, aula seluas 3.881 meter persegi, kantor dinas pendidikan seluas 5.111 meter persegi, dan SMAN 1 seluas 32.893 meter persegi. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved